Mamuli Sumba: Perhiasan, Belis, dan Pusaka Leluhur
Mamuli bukan sekadar perhiasan khas Sumba. Benda ini hadir sebagai hiasan, bagian dari pertukaran perkawinan, penanda status, dan pusaka yang menghubungkan keluarga dengan leluhur.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Mamuli adalah perhiasan logam yang berhubungan dengan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Bentuknya lazim memiliki lubang di tengah dan dapat menyerupai belah ketupat atau omega. Fungsinya melampaui hiasan: mamuli tercatat sebagai benda pertukaran perkawinan, penanda status, serta pusaka yang berkaitan dengan leluhur.
Apa bentuk dan bahan mamuli?
Mamuli dikenal sebagai hiasan telinga atau liontin. The Metropolitan Museum of Art mencatat satu mamuli dari Sumba sebagai benda emas dari abad ke-19, sedangkan penjelasan Museum Nusantara menyebut mamuli dapat dibuat dari logam dan tidak memiliki satu rancangan baku.
Karena itu, mamuli tidak selalu dapat dikenali hanya dari bahan atau ukuran. Lubang di bagian tengah merupakan ciri yang mudah dikenali, tetapi rincian bentuk dan hiasannya berbeda-beda.
Untuk apa mamuli digunakan dalam perkawinan?
Mamuli termasuk benda bernilai dalam pertukaran hadiah seremonial masyarakat Sumba. The Metropolitan Museum of Art menjelaskan bahwa pada perkawinan, pihak laki-laki memberikan mamuli dan benda logam lain, lalu menerima tekstil serta barang lain dari pihak perempuan.
Museum Nusantara menempatkan mamuli dalam konteks belis, yakni pertukaran benda bernilai yang menghubungkan dua keluarga. Maknanya bukan sekadar pembayaran untuk menyelesaikan transaksi, melainkan bagian dari hubungan timbal balik yang berlanjut.
Apakah mamuli hanya aksesori?
Tidak. The Metropolitan Museum of Art mencatat bahwa mamuli dahulu dikenakan sebagai hiasan telinga ketika pemanjangan daun telinga dipraktikkan, sedangkan kini juga dikenakan sebagai liontin.
Museum itu juga menjelaskan bahwa mamuli dapat disimpan sebagai bagian dari pusaka sakral dalam perbendaharaan klan. Benda tersebut berkaitan dengan leluhur dan roh, sehingga penggunaannya tidak dapat dipisahkan dari kedudukan sosial serta tanggung jawab kekerabatan.
Mengapa mamuli dianggap penting dalam kebudayaan Sumba?
Nilai mamuli berasal dari pertemuan antara bentuk, bahan, pertukaran perkawinan, status, dan ingatan leluhur. The Metropolitan Museum of Art mencatat keyakinan masyarakat Sumba bahwa logam mulia memiliki asal-usul langit; emas melambangkan kekayaan dan perkenan ilahi.
Museum Nusantara juga mencatat hubungan mamuli dengan kapasitas reproduktif perempuan serta penghormatan kepada perempuan. Penafsiran itu menjelaskan mengapa mamuli tidak tepat dipahami hanya sebagai perhiasan emas atau cendera mata.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Sumba
BMKG Prakirakan Gelombang Sedang di Perairan Sumba
BMKG memprakirakan gelombang sedang di Selat Sumba Bagian Barat dan Perairan Selatan Sumba hingga 1 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA. Nelayan diminta mem…
Terbaru di Sumba

Berita utama hari ini

Baca juga





