Pariwisata Flores Berangsur Pulih, Komodo Tetap Beroperasi
Aktivitas wisata di Manggarai Barat kembali berjalan setelah gempa 15 Agustus 2026. Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo beroperasi, sedangkan sejumlah destinasi Flores masih dipulihkan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Aktivitas pariwisata di Flores berangsur pulih setelah gempa bumi pada 15 Agustus 2026. Di Kabupaten Manggarai Barat, Taman Nasional Komodo dan sejumlah destinasi wisata kembali beroperasi, sementara beberapa tujuan di daratan Flores masih ditutup atau menjalani penyesuaian demi keselamatan wisatawan.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores menyatakan aktivitas pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat secara umum telah kembali berjalan. Taman Nasional Komodo, Gua Rangko, Compang Liang Ndara, Puncak Waringin, Agrowisata Ngalor Kalo, dan Batu Cermin dilaporkan kembali beroperasi normal.
Arus keberangkatan wisatawan melalui Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada 23 Agustus 2026 terpantau normal dan kondusif. Tidak ada keluhan terkait pelayanan maupun proses keberangkatan kapal. Bandara Komodo Labuan Bajo juga tetap beroperasi, dengan mayoritas penerbangan berjalan sesuai jadwal.
Pemulihan Flores berlangsung tidak seragam
Kondisi pariwisata tidak sama di setiap wilayah Flores. Gempa dan gempa susulan berdampak pada aktivitas di sejumlah destinasi daratan. Penutupan sementara dilakukan pada lokasi yang perlu diperiksa dan dipastikan aman sebelum menerima wisatawan kembali.
Di Kabupaten Ende, aktivitas wisata di kawasan Taman Nasional Kelimutu mulai kembali berjalan setelah penutupan sementara pascagempa. Di Kabupaten Manggarai Barat, akses menuju kawasan Taman Nasional Komodo telah dibuka dan sejumlah destinasi di Pulau Padar, Pulau Komodo, Pulau Rinca, serta Gili Lawa kembali menerima wisatawan.
Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo relatif tidak terdampak langsung. Namun, gangguan pada destinasi dan jalur daratan Flores tetap memengaruhi perjalanan wisatawan. Destinasi yang tidak mengalami kerusakan berat dapat dibuka kembali setelah pemeriksaan keselamatan.
Informasi mengenai kondisi destinasi, aktivitas pariwisata, dan perkembangan situasi di wilayah Labuan Bajo Flores dapat diperoleh melalui WhatsApp PPID Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores pada nomor 0811-3879-4555.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
Rumah adat khas Nusa Tenggara Timur: makna, ciri, dan contoh utamanya
Rumah adat khas Nusa Tenggara Timur bukan satu bangunan tunggal, melainkan ragam rumah tradisional dari suku dan pulau berbeda.
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





