Pertumbuhan Ekonomi NTT 2025: Apa Artinya bagi Warga?
Ekonomi NTT tumbuh 4,88 persen pada triwulan III 2025 dan 5,34 persen pada triwulan IV. Angka itu perlu dibaca bersama inflasi, pengangguran, serta kemiskinan.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Ekonomi Nusa Tenggara Timur tumbuh 4,88 persen pada triwulan III 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi tetap meningkat, tetapi belum menjelaskan pemerataan antarwilayah atau perubahan kesejahteraan rumah tangga. Untuk membaca arahnya, indikator pertumbuhan perlu dilihat bersama inflasi, kemiskinan, dan pasar kerja.
Seberapa besar pertumbuhan ekonomi NTT?
Badan Pusat Statistik NTT mencatat ekonomi provinsi tumbuh 4,88 persen secara tahunan pada triwulan III 2025. Rilis BPS bertanggal 5 November 2025 itu mengukur perubahan nilai kegiatan ekonomi dibandingkan triwulan III 2024, bukan kenaikan pendapatan setiap penduduk.
Pemerintah Provinsi NTT juga melaporkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 sebesar 5,34 persen secara tahunan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban 2025. Karena menggunakan periode yang berbeda, angka triwulan IV tidak menggantikan angka triwulan III, melainkan menunjukkan perkembangan setelahnya.
Apa arti pertumbuhan itu bagi masyarakat?
Pertumbuhan ekonomi berarti nilai produksi barang dan jasa meningkat dibandingkan periode pembanding. Angka tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh rumah tangga mengalami kenaikan kesejahteraan, sebab distribusi manfaat dan perubahan harga tidak tercermin sepenuhnya dalam satu indikator.
Dalam laporan pemerintah provinsi, pertumbuhan tertinggi pada triwulan IV 2025 terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan, sebesar 20,35 persen. Komponen ekspor barang dan jasa juga disebut tumbuh 26,92 persen pada periode itu.
Bagaimana dengan harga kebutuhan?
BPS NTT mencatat deflasi bulanan 0,55 persen pada Agustus 2025. Namun, inflasi tahunan pada bulan yang sama mencapai 2,71 persen, sedangkan inflasi tahun kalender tercatat 1,45 persen, menurut siaran pers BPS bertanggal 1 September 2025.
Perbedaan ukuran itu penting: deflasi bulanan membandingkan Agustus dengan Juli, inflasi tahunan membandingkan Agustus 2025 dengan Agustus 2024, sedangkan inflasi tahun kalender mengakumulasi perubahan harga sejak awal 2025.
Apakah pertumbuhan sudah diikuti perbaikan pekerjaan?
Menurut BPS NTT, Tingkat Pengangguran Terbuka pada Agustus 2025 sebesar 3,31 persen, naik 0,29 persen poin dibandingkan Agustus 2024. Pada bulan yang sama, angkatan kerja berjumlah 3,09 juta orang dan penduduk yang bekerja 2,99 juta orang.
BPS juga mencatat 0,94 juta orang, atau 31,56 persen dari penduduk yang bekerja, berada dalam kegiatan formal pada Agustus 2025. Data ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi perlu dibaca bersama kualitas dan jumlah kesempatan kerja.
Bagaimana kaitannya dengan kemiskinan?
Laporan Pemerintah Provinsi NTT menyebut persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 17,50 persen atau 1,03 juta orang. Angka itu menurun dibandingkan Maret 2025 dan September 2024, tetapi tetap menunjukkan bahwa manfaat pertumbuhan belum dapat dinilai hanya dari kenaikan produk ekonomi.
Dengan demikian, gambaran ekonomi NTT pada 2025 terdiri atas pertumbuhan yang meningkat pada triwulan III dan IV, tekanan harga yang berbeda menurut periode pengukuran, serta pasar kerja dan kemiskinan yang membutuhkan pembacaan tersendiri.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Headline NTT
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Inovasi dan Penghijauan Saat Pimpin Apel ASN NTT
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk memimpin Apel Kesadaran ASN di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT di Kupang, dan menekankan pentingnya…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





