Berapa Nilai dan Volume Perikanan Tangkap NTT?
Perikanan tangkap NTT bernilai 2.335.567.217.500,00 rupiah pada 2024. Angka itu berbeda dari volume tangkapan bulanan yang dicatat dalam kilogram.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Perikanan tangkap NTT menghasilkan 2.335.567.217.500,00 rupiah pada 2024, menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, 2025. Angka itu menunjukkan nilai ekonomi hasil tangkapan, bukan volume ikan. Pada tahun yang sama, produksi tangkapan bulanan tercatat dalam satuan kilogram, dengan angka tertinggi 10.187.261,00 kilogram pada Juni.
Berapa nilai ekonomi perikanan tangkap NTT?
Nilai produksi perikanan tangkap NTT pada 2024 adalah 2.335.567.217.500,00 rupiah, menurut dataset Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT yang dirilis 8 September 2025. Dataset itu mendefinisikan nilai produksi sebagai total nilai ekonomi hasil tangkapan ikan atau produk perikanan lain yang dihasilkan kapal perikanan dalam suatu periode.
Catatan tahunan dalam dataset yang sama mencatat nilai 4.196.896.000.000,00 rupiah pada 2023 dan 3.263.928.000.000,00 rupiah pada 2022. Angka-angka tersebut merupakan nilai ekonomi, sehingga tidak dapat dibaca sebagai jumlah kilogram hasil tangkapan.
Berapa banyak ikan yang ditangkap?
Data produksi bulanan DKP NTT, 2025, mencatat hasil tangkapan 2024 dalam satuan kilogram. Produksi tertinggi terjadi pada Juni sebesar 10.187.261,00 kilogram, sedangkan yang terendah tercatat pada Januari sebesar 5.054.932,00 kilogram.
Definisi dataset itu mencakup ikan dan biota perairan lain yang diperoleh melalui kegiatan penangkapan, bukan budi daya. Karena datanya bulanan, angka tersebut menggambarkan hasil pada bulan tertentu, bukan nilai ekonomi tahunan.
Mengapa nilai dan volume tidak sama maknanya?
Nilai produksi dan volume menjawab dua pertanyaan berbeda. Nilai produksi menerangkan nilai rupiah hasil tangkapan, sedangkan volume menerangkan berat hasil tangkapan dalam kilogram.
Perbedaan satuan itu penting ketika membaca kondisi ekonomi nelayan dan perikanan daerah. Kenaikan berat tangkapan tidak otomatis berarti kenaikan nilai rupiah, karena kedua indikator tersebut dicatat dengan ukuran yang berbeda.
Bagaimana membaca angka perikanan NTT?
Untuk melihat hasil tangkapan, gunakan data bulanan dalam kilogram; untuk melihat nilai ekonominya, gunakan dataset tahunan dalam rupiah. BPS NTT juga menyediakan tabel statistik produksi jagung menurut kabupaten atau kota, tetapi data itu tidak mengukur perikanan tangkap.
- Nilai ekonomi 2024: 2.335.567.217.500,00 rupiah.
- Produksi bulanan tertinggi 2024: 10.187.261,00 kilogram pada Juni.
- Produksi bulanan terendah 2024: 5.054.932,00 kilogram pada Januari.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Mengapa Inflasi NTT Naik dan Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah?
Inflasi NTT pada triwulan II 2026 naik menjadi 3,56 persen. Tekanan utama datang dari pangan, sementara ekonomi tetap tumbuh 5,01 persen dan harga yan…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga




