Rumah adat Rote: nama, bentuk, bahan, dan maknanya
Rumah adat Rote adalah rumah tradisional suku Rote di Rote Ndao yang dikenal sebagai rumah panggung berbahan alam, dengan atap curam dan fungsi sosial-budaya yang kuat.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Rumah adat Rote — umumnya merujuk pada rumah tradisional suku Rote yang dibangun sebagai rumah panggung, memakai bahan alam setempat, dan beradaptasi dengan lingkungan Pulau Rote. Bentuknya tidak tunggal: sumber resmi Kabupaten Rote Ndao menjelaskan ciri utamanya pada atap curam, tiang kayu yang ditanam dalam tanah, dan dinding dari pelepah atau papan batang kelapa dan lontar.
Apa nama rumah adat Rote?
Di literatur dan situs resmi daerah, rumah adat Rote muncul dengan beberapa penyebutan, termasuk rumah tradisional Pulau Rote, Uma Tutus, dan Uma Hadak. Sebuah laporan penelitian Universitas Kristen Artha Wacana menyebut Uma Hadak sebagai rumah adat Rote yang memiliki fungsi sosial, budaya, dan spiritual.
Detikcom, mengutip laman Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, menulis bahwa Uma Tutus adalah salah satu rumah tradisional di Kabupaten Rote Ndao dan dikaitkan dengan suku Lole.
Seperti apa bentuk dan strukturnya?
Rumah tradisional Rote disebut berbentuk rumah panggung dengan atap yang curam. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyebut pondasinya memakai tiang kayu yang ditanam dalam tanah, sementara dindingnya dibuat dari pelepah kelapa atau papan batang kelapa dan lontar.
Wikipedia bahasa Indonesia menjelaskan bahwa arsitektur Rote lazim berbentuk persegi panjang dengan atap limas atau pelana yang kemiringannya lebih dari 30 derajat, dan bagian dasar memakai tiang kayu yang dipancangkan ke dalam tanah.
Bahan apa yang dipakai?
Bahan rumah adat Rote berasal dari sumber alam yang tersedia di pulau itu. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyebut penutup atap dapat memakai daun alang-alang, daun kelapa, atau daun lontar, sedangkan dinding umumnya memakai pelepah kelapa atau bahan batang lontar.
Sejumlah kajian arsitektur yang dikutip dalam sumber kedua juga menyebut kayu, bambu, rotan, daun lontar, dan alang-alang sebagai material utama rumah tradisional Rote.
Apa makna sosial rumah adat Rote?
Laporan penelitian UKAW tahun 2025 menyebut Uma Hadak bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang interaksi komunitas dan ekspresi nilai lokal yang punya nilai sosial, budaya, dan spiritual.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia tahun 2023 juga menulis bahwa rumah adat atau rumah raja Rote Ndao pada masa lalu merepresentasikan masyarakat adatnya.
Kenapa rumah adat Rote penting diketahui?
Rumah adat Rote menunjukkan cara masyarakat setempat menyesuaikan arsitektur dengan iklim, bahan bangunan, dan tata sosial Pulau Rote. Karena itu, rumah ini penting dibaca bukan hanya sebagai bentuk bangunan, melainkan juga sebagai penanda identitas adat di Rote Ndao.
- Bentuk yang paling sering disebut adalah rumah panggung dengan atap curam dan bahan alam setempat.
- Sumber resmi daerah menyebut atap dapat memakai alang-alang, daun kelapa, atau daun lontar, dan tiang kayu ditanam ke tanah.
- Penelitian 2025 menempatkan Uma Hadak sebagai ruang sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Rote.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
BMKG Prakirakan Gelombang Sedang di Perairan Utara Kupang–Rote
Prakiraan berlaku dalam periode 27–30 September 2026. Hembusan angin diperkirakan mencapai 27 kt pada pukul 03.00 WITA, sementara tinggi gelombang ber…
Terbaru di Kepulauan

Berita utama hari ini

Baca juga




