NTT Hari Ini

Selasa, 29 September 2026

Sasando, alat musik petik dari Pulau Rote Nusa Tenggara Timur

Sasando adalah alat musik petik khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Ia dimainkan dengan jari, menggunakan tabung bambu, dawai, dan daun lontar sebagai resonansi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pemandangan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Pemandangan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Salmanbiroe / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sasando — adalah alat musik petik khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, yang dimainkan dengan jari dan dikenal karena resonansinya yang berasal dari tabung bambu, dawai, serta daun lontar. Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sama-sama menempatkannya sebagai instrumen tradisional Rote.

Kenapa sasando disebut alat musik petik dari Rote?

KBBI mendefinisikan sasando sebagai alat musik petik dari Pulau Rote yang terdiri atas tabung bambu dengan rentangan beberapa dawai dan ruang resonansi dari daun lontar. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga menyebut sasando sebagai alat musik berdawai yang dimainkan dengan jari, bukan dengan sistem akor seperti alat musik modern.

Karena itu, jawaban singkat untuk pertanyaan ini adalah sasando. Dalam berbagai penjelasan populer dan kebudayaan, sasando konsisten disebut sebagai alat musik tradisional dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Bagaimana bentuk dan cara memainkannya?

Sasando memiliki bagian utama berupa tabung bambu sebagai penopang dawai, sementara daun lontar dipakai sebagai ruang resonansi. Cara memainkannya adalah dengan dipetik menggunakan jari, sehingga bunyinya muncul dari getaran dawai yang diteruskan oleh resonator lontar.

Beberapa penjelasan juga menggambarkan bentuknya mirip tabung dengan senar yang melingkar di sekeliling tubuh alat musik. Karena bentuk dan teknik mainnya khas, sasando mudah dibedakan dari alat musik petik lain yang lebih umum dikenal di Indonesia.

Apa asal nama sasando?

Sejumlah sumber menyebut kata itu berakar pada bahasa Rote, sasandu, yang dimaknai sebagai alat yang bergetar atau berbunyi. Penjelasan ini membantu menjelaskan mengapa nama dan fungsi alat musik ini saling terkait erat dalam tradisi lisan masyarakat Rote.

Apa yang membuat sasando penting bagi NTT?

Sasando dipandang sebagai bagian dari identitas budaya Rote Ndao dan Nusa Tenggara Timur. Lembaga budaya dan media yang mengulasnya menempatkan sasando sebagai warisan musik daerah yang tetap dikenali luas di tingkat nasional.

Dalam penjelasan sejarah yang kerap dikutip, sasando disebut sudah dikenal masyarakat Rote sejak sekitar abad ke-7, meski rincian asal-usulnya berbeda antarsumber. Perbedaan itu tidak mengubah fakta utamanya: sasando tetap dikenal sebagai alat musik petik khas Pulau Rote.

Apa jawaban paling tepat untuk pencarian ini?

  • Sasando adalah alat musik petik dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
  • KBBI menjelaskannya sebagai alat musik petik dengan tabung bambu, beberapa dawai, dan resonansi daun lontar.
  • Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyebut sasando dimainkan dengan jari dan tidak memakai sistem akor seperti alat musik modern.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.