Pemkot Kupang Buka Akses Gawat Darurat bagi Warga Tanpa BPJS
Pemkot Kupang menyiapkan layanan Gawat Darurat melalui RSUD S.K. Lerik bagi warga tanpa jaminan kesehatan. Hingga Oktober 2026, 83 pasien telah dilayani.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Kota Kupang menyiapkan akses layanan Gawat Darurat bagi warga dalam kondisi medis darurat yang tidak memiliki jaminan kesehatan pada 14 Oktober 2026. Layanan ini disampaikan melalui Rumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik.
Direktur RSUD S.K. Lerik, dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, mengatakan pasien yang tiba di Instalasi Gawat Darurat tetap mendapat penanganan medis terlebih dahulu. Petugas rumah sakit kemudian memeriksa status warga dan kelengkapan administrasi.
Program tersebut ditujukan bagi warga Kota Kupang yang membutuhkan pertolongan segera, tetapi terkendala biaya atau kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Pemerintah Kota Kupang menyiapkan anggaran Rp3 miliar untuk mendukung layanan itu.
Hingga Oktober 2026, sebanyak 83 pasien telah menerima pelayanan melalui program Gadar. Realisasi anggarannya sekitar Rp999 juta, atau sekitar 33,3 persen dari total alokasi. Anggaran yang belum terserap sekitar Rp2,001 miliar atau 66,7 persen.
Akses awal menentukan keselamatan warga Kupang
Bagi warga di Pulau Timor, kebijakan ini mengurangi risiko keterlambatan pertolongan ketika kondisi medis membutuhkan tindakan segera. Rumah sakit tetap melakukan verifikasi setelah pasien memperoleh penanganan awal.
Verifikasi mencakup status sebagai warga Kota Kupang dan pemenuhan persyaratan administrasi. Rumah sakit masih menghadapi kendala berupa warga yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk dan kartu keluarga. Pasien juga perlu melengkapi surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat sesuai ketentuan.
Program ini bukan pengganti layanan untuk keluhan ringan atau pemeriksaan rutin. Akses tersebut diprioritaskan bagi kondisi yang benar-benar membutuhkan penanganan gawat darurat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Headline NTT
Gubernur NTT Minta Evaluasi Rutin Distribusi BBM
Dalam rapat virtual 13 Oktober 2026, Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta evaluasi rutin distribusi BBM, jaminan pasokan, dan harga sesuai ketetapan p…
Paling ramai di Timor

Berita utama hari ini

Baca juga




