NTT Hari Ini

Rabu, 21 Oktober 2026

Antrean BBM Tambolaka Ganggu Akses Pelabuhan dan Bandara

Antrean kendaraan di SPBU Kota Tambolaka berlangsung sekitar satu minggu dan mengganggu akses menuju Pelabuhan Waikelo serta Bandara Lede Kalumbang.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Tambolaka Airport, Sumba, East Nusa Tenggara, Indonesia.
Foto arsip: Tambolaka Airport, Sumba, East Nusa Tenggara, Indonesia. · Foto: Indonesian Ministry of Transportation / Wikimedia Commons, Public domain

Tambolaka — Antrean sepeda motor dan mobil di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, masih memanjang pada Selasa, 20 Oktober 2026. Antrean mengganggu arus lalu lintas menuju Pelabuhan Waikelo dan Bandara Lede Kalumbang.

Kondisi itu berlangsung sekitar satu minggu. Antrean terlihat di SPBU Radamata, SPBU Jalan Waikelo, dan SPBU Taworara. Kendaraan bahkan menumpuk hingga badan jalan. Antrean biasanya berhenti setelah stok bahan bakar minyak, terutama Pertalite, habis.

Laporan menyebut tidak terlihat petugas Dinas Perhubungan maupun anggota Kepolisian Resor Sumba Barat Daya yang mengatur kendaraan ketika antrean mencapai jalan raya. Warga meminta pemerintah menertibkan kendaraan yang berulang kali mengisi bahan bakar minyak.

Antrean mengganggu akses pelabuhan dan bandara

Gangguan lalu lintas berdampak langsung pada akses warga dan pengguna jasa transportasi di Sumba Barat Daya. Ruas menuju Pelabuhan Waikelo dan Bandara Lede Kalumbang menjadi lokasi yang terdampak, sehingga kendaraan yang tidak mengisi bahan bakar juga harus melewati antrean.

Laporan lain pada 15 Oktober 2026 menyebut antrean terjadi di tiga SPBU yang sama. Sebagian pemilik kendaraan bahkan bermalam di sekitar SPBU untuk memperoleh Pertalite dan Solar bersubsidi. Laporan tersebut juga menyebut adanya warga yang membeli bahan bakar minyak berulang kali untuk dijual kembali kepada pengecer.

Pertamina menyatakan stok dan kuota bahan bakar minyak di Nusa Tenggara Timur secara umum aman. Namun, keterlambatan armada kapal tanker, peningkatan permintaan Pertalite, dan penggunaan tangki kendaraan yang dimodifikasi disebut memperpanjang antrean di sejumlah SPBU, termasuk di Sumba Barat Daya.

Pertamina menyatakan penyaluran akan kembali normal setelah pasokan tiba. Pemerintah juga diminta menertibkan pembelian berulang agar antrean berkurang dan harga eceran kembali stabil.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sumba

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.