NTT Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026

APIP Diminta Awasi Dana Gempa untuk Warga Flores dan Sumba

Sekda NTT Fransiskus Sales Sodo meminta APIP mengawasi dana gempa bagi warga terdampak di Flores dan Sumba sejak tanggap darurat hingga rekonstruksi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampak atas dokumen grafik keuangan dengan kaca pembesar dan alat tulis di meja hitam.
Ilustrasi: Tampak atas dokumen grafik keuangan dengan kaca pembesar dan alat tulis di meja hitam. · Foto: Nataliya Vaitkevich / Pexels

Kupang — Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Sales Sodo, meminta Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) memperketat pengawasan pengelolaan dana bencana gempa untuk warga terdampak di Flores dan Sumba pada 15 Oktober 2026.

Pengawasan diminta berjalan secara real-time sejak tahap tanggap darurat, distribusi bantuan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi fisik. Pemerintah daerah juga diminta mencegah penyimpangan dalam penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT), bantuan pemerintah pusat, dan hibah lembaga donor.

Fransiskus menyatakan pengawasan APIP perlu dilakukan melalui probity audit dan pendampingan. APIP tidak hanya memeriksa penggunaan anggaran, tetapi juga memberi konsultasi, memastikan pengendalian berjalan efektif, dan mengidentifikasi risiko strategis daerah.

Pengawasan dana menentukan ketepatan bantuan bagi Flores dan Sumba

Bagi warga di Flores dan Sumba, pengawasan berlapis menentukan apakah dukungan keuangan dan logistik benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak. Pengawasan sejak masa darurat dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan, salah sasaran, dan penyimpangan ketika bantuan disalurkan.

Laporan lain mencatat pemerintah provinsi memperoleh bantuan Rp40 miliar, sementara delapan kabupaten di daratan Flores masing-masing mendapatkan Rp20 miliar. Dana tersebut ditujukan untuk penanganan dampak gempa dan harus digunakan sesuai petunjuk teknis serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah provinsi sebelumnya juga menekankan agar bantuan dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan diawasi secara berjenjang selama tanggap darurat serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Kondisi geografis Nusa Tenggara Timur yang rentan bencana menjadi alasan perlunya kesiapsiagaan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya keuangan maupun logistik.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Timor

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.