Apa Arti Rancangan Dana PON 2028 bagi Anggaran NTT
Rancangan KUA-PPAS Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2027 memproyeksikan pendapatan Rp5,219 triliun dan pengeluaran pembiayaan Rp225 miliar untuk beberapa kebutuhan, termasuk dana cadangan PON 2028.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memproyeksikan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp225 miliar dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2027. Alokasi itu mencakup penyiapan dana cadangan Pekan Olahraga Nasional Tahun 2028, dana cadangan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2031, serta penyertaan modal kepada badan usaha milik daerah.
Rancangan tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Senin, 20 Juli 2026. Pendapatan daerah dalam rancangan itu diproyeksikan sebesar Rp5,219 triliun.
Pengeluaran pembiayaan tersebut bukan seluruhnya untuk PON 2028. Pemerintah provinsi juga mengalokasikannya untuk kebutuhan dana cadangan pemilihan kepala daerah dan penyertaan modal badan usaha milik daerah. Rincian pembagian Rp225 miliar untuk setiap kebutuhan tidak disebutkan dalam laporan yang tersedia.
Mengapa Rp225 miliar penting bagi pembaca di NTT
Anggaran ini berkaitan dengan kemampuan pemerintah daerah menyiapkan kewajiban pembiayaan jangka menengah tanpa mengurangi layanan dasar, sumber daya manusia, dan produktivitas ekonomi. Dokumen KUA-PPAS menjadi arah awal penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027, sehingga angka tersebut masih berada dalam tahap rancangan dan pembahasan.
Pemerintah provinsi menyatakan regulasi itu mulai diimplementasikan pada 2026.
Dalam agenda Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, pembahasan KUA-PPAS dan rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 tercatat sebagai bagian dari proses penyusunan anggaran. Agenda lain mencakup pembahasan rancangan peraturan daerah tentang pembentukan dana cadangan PON XXII Tahun 2028.
Laporan yang tersedia menyebut sisa kurang pembiayaan anggaran Tahun Anggaran 2027 diperkirakan sekitar Rp356 miliar. Nilai itu disebut menurun sekitar Rp164 miliar dibandingkan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Pramuka Santri Flores Timur Raih Harapan III di Malang
Kontingen Pramuka Santri Flores Timur mewakili Nusa Tenggara Timur dan meraih Harapan III kategori Teknologi Tepat Guna putri pada PPSN VI di Malang.
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga




