NTT Hari Ini

Sabtu, 17 Oktober 2026

BI NTT Dorong Konektivitas Pariwisata dari Alor hingga Sumba

Bank Indonesia menyebut pariwisata Nusa Tenggara Timur berpotensi menggerakkan ekonomi. Konektivitas dan pengembangan destinasi dinilai perlu diperkuat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Alor - East Nusa Tenggara Wonderful Indonesia.
Foto arsip: Alor - East Nusa Tenggara Wonderful Indonesia. · Foto: Sims8899 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Alor — Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 16 Oktober 2026 menyampaikan bahwa pariwisata berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi itu tersebar di Labuan Bajo, Alor, Flores, Timor, dan Sumba.

Ekonom Yunior BI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ahmad Akhirul Fatoni, menyebut pengembangan pariwisata perlu ditopang peningkatan konektivitas dan pengembangan destinasi. Tujuannya agar berbagai tujuan wisata lebih mudah dijangkau wisatawan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah kegiatan Capacity Building Media 2026 yang dirangkaikan dengan Media Gathering Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur di Alor pada 15 Oktober 2026. BI mendorong media memperkuat narasi pariwisata dengan mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal.

Konektivitas menentukan pemerataan manfaat wisata

Bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor, isu konektivitas menentukan apakah manfaat kunjungan wisatawan menjangkau lebih banyak kabupaten dan pulau. Pengembangan destinasi yang lebih mudah diakses dapat memperluas peluang ekonomi masyarakat setempat.

BI menilai pariwisata tidak hanya berkaitan dengan daya tarik alam. Penguatan identitas budaya lokal, promosi, dan keterhubungan antardestinasi juga menjadi bagian dari pengembangan sektor tersebut. Dampaknya diharapkan meluas pada kegiatan usaha di sekitar kawasan wisata.

Expo NTT melaporkan bahwa Fatoni menyebut potensi pariwisata tersebar di Flores, Sumba, Timor, Sabu, Rote, Lembata, hingga Alor. Laporan Media Indonesia juga menyebut tantangan pengembangan meliputi keterbatasan konektivitas dan akses pasar.

BI, pemerintah, media, dan pemangku kepentingan lain diharapkan berkolaborasi untuk memperkuat pariwisata berbasis budaya lokal. Pengembangan destinasi dan konektivitas menjadi langkah yang disebut dalam laporan untuk mendorong dampak ekonomi yang lebih luas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.