BI NTT Dorong Konektivitas Pariwisata dari Alor hingga Sumba
Bank Indonesia menyebut pariwisata Nusa Tenggara Timur berpotensi menggerakkan ekonomi. Konektivitas dan pengembangan destinasi dinilai perlu diperkuat.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Alor — Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 16 Oktober 2026 menyampaikan bahwa pariwisata berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi itu tersebar di Labuan Bajo, Alor, Flores, Timor, dan Sumba.
Ekonom Yunior BI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ahmad Akhirul Fatoni, menyebut pengembangan pariwisata perlu ditopang peningkatan konektivitas dan pengembangan destinasi. Tujuannya agar berbagai tujuan wisata lebih mudah dijangkau wisatawan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kegiatan Capacity Building Media 2026 yang dirangkaikan dengan Media Gathering Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur di Alor pada 15 Oktober 2026. BI mendorong media memperkuat narasi pariwisata dengan mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal.
Konektivitas menentukan pemerataan manfaat wisata
Bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor, isu konektivitas menentukan apakah manfaat kunjungan wisatawan menjangkau lebih banyak kabupaten dan pulau. Pengembangan destinasi yang lebih mudah diakses dapat memperluas peluang ekonomi masyarakat setempat.
BI menilai pariwisata tidak hanya berkaitan dengan daya tarik alam. Penguatan identitas budaya lokal, promosi, dan keterhubungan antardestinasi juga menjadi bagian dari pengembangan sektor tersebut. Dampaknya diharapkan meluas pada kegiatan usaha di sekitar kawasan wisata.
Expo NTT melaporkan bahwa Fatoni menyebut potensi pariwisata tersebar di Flores, Sumba, Timor, Sabu, Rote, Lembata, hingga Alor. Laporan Media Indonesia juga menyebut tantangan pengembangan meliputi keterbatasan konektivitas dan akses pasar.
BI, pemerintah, media, dan pemangku kepentingan lain diharapkan berkolaborasi untuk memperkuat pariwisata berbasis budaya lokal. Pengembangan destinasi dan konektivitas menjadi langkah yang disebut dalam laporan untuk mendorong dampak ekonomi yang lebih luas.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Penjualan UMKM Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur Tembus Rp1.218.148.000
Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur mencatat penjualan UMKM Rp1.218.148.000 sepanjang 2026. Programnya melibatkan enam pesantren mitra di sejumlah kabu…
Terbaru di Pariwisata

Baca juga





