NTT Hari Ini

Sabtu, 17 Oktober 2026

BI NTT Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2026–2027 hingga 5,9 Persen

Bank Indonesia NTT memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026–2027 sebesar 3,9–5,9 persen. Gempa Flores berpotensi menahan laju ekonomi, sementara hilirisasi menjadi sumber pertumbuhan baru.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan buah kelapa tua berkulit serabut cokelat dari dekat.
Ilustrasi: Tumpukan buah kelapa tua berkulit serabut cokelat dari dekat. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Kalabahi — Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTT pada 2026–2027 berada dalam kisaran 3,9–5,9 persen. Proyeksi itu disampaikan di Kalabahi pada 15 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Proyeksi ini menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha NTT, sementara pemulihan gempa Flores serta pengolahan komoditas lokal memengaruhi prospek ekonomi daerah.

Ekonom BI NTT Ahmad Akhirul Fatoni mengatakan dampak gempa yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi daerah. Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat dan ekonomi di wilayah terdampak.

Dalam Laporan Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur Agustus 2026, BI mencatat ekonomi NTT pada triwulan II 2026 tumbuh 5,01 persen secara tahunan. Laporan itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTT sepanjang 2026 dalam kisaran 4,2–5,2 persen.

Hilirisasi komoditas

Fatoni mendorong hilirisasi rumput laut, kelapa, porang, garam, dan komoditas unggulan lain sebagai sumber pertumbuhan baru. Menurut dia, sebagian hasil produksi NTT masih dikirim ke luar daerah dalam bentuk bahan mentah sehingga pengolahan di dalam daerah perlu diperkuat.

Rumput laut dapat diolah menjadi bahan baku industri makanan dan kosmetik. Kelapa juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, termasuk arang dari tempurung serta produk berbahan sabut, daging, dan air kelapa.

Selain hilirisasi, BI mendorong pengembangan kawasan perdagangan bebas, energi baru terbarukan, perluasan pasar ekspor, dan pariwisata. Langkah-langkah itu ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi NTT.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.