BI NTT Dorong Pariwisata Berbasis Budaya Lokal untuk Pertumbuhan Ekonomi
Bank Indonesia mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal di Nusa Tenggara Timur dan memproyeksikan ekonomi daerah tumbuh 3,9 hingga 5,9 persen pada 2026-2027.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Alor — Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong penguatan pariwisata berbasis budaya lokal dalam kegiatan Capacity Building Media 2026 pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal diarahkan untuk memperluas aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah NTT, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 3,9 hingga 5,9 persen pada 2026-2027.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Alor itu, BI menilai pariwisata berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi NTT. Pengembangan sektor tersebut perlu disertai peningkatan konektivitas dan pengembangan destinasi agar lebih mudah dijangkau wisatawan.
Ekonom Yunior BI NTT Ahmad Akhirul Fatoni mengatakan potensi pariwisata NTT tersebar di Labuan Bajo, Alor, Flores, Timor, dan Sumba. Menurut dia, kunjungan wisatawan dapat memberi dampak lebih luas bagi perekonomian masyarakat setempat.
BI NTT juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi NTT pada 2026-2027 berada dalam kisaran 3,9 hingga 5,9 persen. Proyeksi itu disampaikan Fatoni dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 15-17 Oktober 2026 di Kabupaten Alor.
Selain pariwisata, BI mendorong pengembangan sumber pertumbuhan baru melalui pengolahan komoditas unggulan daerah, seperti rumput laut, kelapa, dan garam. RRI melaporkan bahwa BI meminta media mengangkat kekayaan alam, budaya, kearifan lokal, serta potensi ekonomi masyarakat dalam narasi pariwisata NTT.
Media Indonesia melaporkan pariwisata memiliki keterkaitan dengan transportasi, akomodasi, kuliner, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Pengembangan destinasi di berbagai wilayah NTT dinilai dapat memperluas manfaat ekonomi sektor tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
GAMKI Soroti Krisis Air Bersih di Sejumlah Wilayah Alor
DPC GAMKI Kabupaten Alor menyoroti krisis air bersih akibat El Nino di sejumlah wilayah. Warga disebut membayar hingga Rp500.000 untuk satu tangki ber…
Terbaru di Pariwisata
Baca juga





