Berapa Angka Partisipasi Sekolah Usia 16–18 Tahun di NTT?
APS usia 16–18 tahun di Nusa Tenggara Timur mencapai 76,64 persen pada 2025. Data pemerintah menunjukkan maknanya, perbedaan basis data, serta kaitannya dengan lama sekolah.
Oleh Mukmin John
· 3 menit baca
Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 16–18 tahun di Nusa Tenggara Timur mencapai 76,64 persen pada 2025. Artinya, persentase penduduk usia tersebut yang bersekolah di SMA, SMK, MA, atau Program Paket C meningkat dibanding 2023, tetapi data pemerintah juga menunjukkan masih ada anak usia sekolah menengah yang belum masuk atau bertahan dalam pendidikan.
Apa arti APS usia 16–18 tahun?
APS usia 16–18 tahun mengukur proporsi penduduk dalam kelompok usia itu yang masih bersekolah pada jenjang menengah atas atau sederajat. Definisi ini mencakup SMA, SMK, MA, dan Program Paket C atau sederajat, menurut dataset Pemerintah Provinsi NTT yang diperbarui pada 2026.
Karena itu, APS bukan jumlah seluruh siswa dan bukan pula angka kelulusan. Angka ini menunjukkan keterjangkauan partisipasi pendidikan bagi kelompok usia yang umumnya berada pada jenjang sekolah menengah atas.
Berapa APS NTT dan bagaimana perubahannya?
Dataset Pemerintah Provinsi NTT mencatat APS usia 16–18 tahun sebesar 75,55 persen pada 2022, 75,93 persen pada 2023, dan 76,64 persen pada 2025. Setiap angka tersebut merupakan nilai persentase untuk tahun yang bersangkutan, bukan jumlah siswa.
Dengan demikian, angka 2025 memperlihatkan bahwa sekitar proporsi tersebut dari penduduk usia 16–18 tahun tercatat masih bersekolah pada jenjang yang dihitung dalam indikator APS. Perbandingan antartahun perlu dibaca sebagai perubahan indikator, bukan penambahan jumlah siswa.
Mengapa angka pemerintah daerah juga memuat jumlah anak?
Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah NTT 2025 menggunakan data DAPODIK Desember 2025 dan data kependudukan 2025. Laporan itu mencatat 215.955 anak usia 16–18 tahun berada dalam pendidikan menengah dari 336.540 anak usia 16–18 tahun.
Angka tersebut memakai basis data administratif yang berbeda dari dataset APS, sehingga keduanya tidak dapat dijumlahkan atau diperlakukan sebagai angka yang sama. APS adalah indikator persentase, sedangkan laporan daerah menyajikan jumlah anak berdasarkan sumber administrasi yang disebutkan.
Apa kaitannya dengan target pendidikan NTT?
Laporan kinerja Pemerintah Provinsi NTT mencatat rata-rata lama sekolah 8,22 tahun pada 2025, naik dari 8,02 tahun pada 2024. Harapan lama sekolah pada 2025 tercatat 13,34 tahun, naik dari 13,22 tahun pada 2024.
Indikator-indikator itu mengukur hal yang berbeda dari APS: rata-rata lama sekolah menggambarkan capaian pendidikan penduduk, sedangkan harapan lama sekolah menggambarkan lamanya pendidikan yang diharapkan ditempuh. Ketiganya membantu membaca pendidikan NTT dari sisi partisipasi dan durasi pendidikan.
Apakah seluruh sekolah di NTT sudah menerima dukungan digital?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaporkan pada 2025 telah menyelesaikan revitalisasi 576 sekolah di NTT dan menyalurkan 9.019 Interactive Flat Panel. Distribusi itu mencakup 907 PAUD, 5.244 SD, 1.870 SMP, 609 SMA, 306 SMK, 49 SLB, 16 SKB, dan 18 PKBM.
Data tersebut menggambarkan cakupan program revitalisasi dan perangkat pembelajaran, bukan ukuran langsung APS. Hubungannya dengan partisipasi sekolah bersifat kontekstual: akses pendidikan juga dipengaruhi keberadaan satuan pendidikan dan dukungan pembelajaran di tiap wilayah NTT.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
DPRD NTT Minta Penyaluran Gaji ASN lewat Koperasi Dikaji Ulang
Anggota Komisi III DPRD NTT Inche Sayuna meminta rencana penyaluran gaji dan uang pensiun lewat koperasi dikaji ulang karena menyangkut legalitas, kea…
Terbaru di Pendidikan

Berita utama hari ini

Baca juga





