Mengapa Siswa SDN Kaburea Nagekeo Belajar di Bawah Tenda
Sebanyak 70 siswa SD Negeri Kaburea di Kabupaten Nagekeo belajar di tenda terpal setelah bangunan sekolah terdampak gempa. Tenda dipakai sebagai ruang belajar sementara.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Mbay — Siswa SD Negeri Kaburea di Desa Tendakinde, Kabupaten Nagekeo, belajar di bawah tenda darurat setelah bangunan sekolah terdampak gempa. Sebanyak 70 siswa menggunakan tenda terpal sebagai ruang belajar sementara, sementara guru dan murid tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kondisi fasilitas sekolah yang belum dapat digunakan secara normal.
Tenda tersebut digunakan untuk menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan sekaligus mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. Dengan ruang belajar sementara, siswa tetap memiliki tempat untuk mengikuti pembelajaran ketika bangunan sekolah terdampak gempa dan belum aman digunakan.
Mengapa pembelajaran di tenda penting bagi Nagekeo
Kondisi di SD Negeri Kaburea menunjukkan bahwa pemulihan sekolah berjalan bersamaan dengan kebutuhan keselamatan warga sekolah. Penggunaan tenda membantu sekolah menyesuaikan kegiatan belajar dengan situasi di lapangan tanpa menghentikan proses pendidikan.
Pemerintah sebelumnya menyatakan sekolah terdampak gempa di Flores menjadi prioritas revitalisasi. Pernyataan tersebut menempatkan pemulihan bangunan sekolah sebagai bagian dari penanganan dampak gempa yang berlangsung di wilayah tersebut.
Untuk mendukung pembelajaran sementara, 100 tenda ruang kelas disiapkan dan didistribusikan secara bertahap. Tenda-tenda itu menjadi fasilitas sementara bagi kegiatan belajar di sekolah yang bangunannya terdampak gempa.
Di Kabupaten Nagekeo, penggunaan tenda di SD Negeri Kaburea memperlihatkan kebutuhan pemulihan yang tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga kesinambungan kegiatan belajar. Sekolah tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi lapangan sampai ruang belajar yang aman tersedia. Guru dan murid terus menggunakan ruang sementara tersebut untuk mempertahankan kegiatan belajar mengajar di tengah dampak gempa.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Camino de Flores Uji Coba Rute Bajawa–Boawae–Ende pada 23–27 Oktober
Kementerian Pariwisata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores menjadwalkan uji coba Etape Tengah Camino de Flores pada 23–27 Oktober 2026 mela…
Terbaru di Pendidikan

Berita utama hari ini

Baca juga




