Penyebab Gempa di NTT: Lempeng Tektonik, Sesar Aktif, dan Flores Back-Arc Thrust
Gempa di NTT terutama dipicu interaksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia, plus sesar aktif seperti Flores Back-Arc Thrust serta sesar darat seperti Sesar Waikabubak.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Gempa di NTT paling sering dipicu oleh interaksi lempeng tektonik dan sesar aktif di bawah serta di sekitar kepulauan itu. Dalam catatan BMKG, sumber utamanya mencakup zona subduksi di selatan NTT, Flores Back-Arc Thrust di utara, dan sesar-sesar aktif di daratan.
Mengapa NTT sering diguncang gempa?
NTT berada pada tatanan tektonik yang aktif karena berhubungan dengan penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini membuat energi tektonik mudah terakumulasi lalu dilepaskan sebagai gempa bumi.
CNBC Indonesia menulis bahwa kawasan NTT berada di zona transisi Busur Sunda-Banda dan memiliki beberapa sumber kegempaan, sehingga aktivitas seismiknya tinggi. Penjelasan itu sejalan dengan artikel BMKG yang menyebut wilayah NTT dipengaruhi subduksi di selatan dan gerak balik Flores back-arc thrust di utara.
Apa peran Flores Back-Arc Thrust?
Flores Back-Arc Thrust adalah sesar naik di busur belakang Flores yang menjadi salah satu sumber gempa penting di NTT. BMKG berulang kali mengaitkan gempa dangkal di wilayah ini dengan aktivitas sesar tersebut.
Pada gempa yang dilaporkan 15 Agustus 2026, BMKG menyebut kejadian itu sebagai gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Dalam rilis BMKG lain pada 20 dan 26 Agustus 2026, gempa di sekitar Manggarai Timur dan Ende juga dijelaskan berasal dari aktivitas yang sama.
Apakah semua gempa di NTT berasal dari satu sumber?
Tidak. BMKG menyebut sumber gempa di NTT bisa berasal dari beberapa sistem, yaitu zona subduksi, Flores Back-Arc Thrust, dan sesar-sesar aktif di daratan. Karena itu, lokasi gempa menentukan sumber pemicunya.
Contohnya, gempa di Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 dijelaskan BMKG sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak. Ini menunjukkan bahwa pulau-pulau di NTT tidak hanya dipengaruhi satu patahan besar di utara Flores.
Kenapa gempa di NTT bisa terasa kuat?
Gempa dangkal cenderung menimbulkan guncangan lebih terasa di permukaan. BMKG menyebut sejumlah gempa di NTT pada 2026 tergolong gempa dangkal, baik yang dikaitkan dengan Flores Back-Arc Thrust maupun sesar aktif lain.
Selain kedalaman, jenis mekanisme patahan juga berpengaruh. BMKG menjelaskan adanya mekanisme naik, turun, dan geser pada sumber-sumber gempa yang berbeda di NTT, sehingga karakter guncangannya tidak selalu sama.
Apa arti penjelasan ini bagi warga NTT?
Penjelasan ini penting karena membantu warga memahami bahwa gempa di NTT terutama berkaitan dengan kondisi geologi wilayah, bukan cuaca atau kejadian sesaat. Dengan mengenali sumber gempa yang umum, pembaca bisa membedakan apakah suatu guncangan berasal dari subduksi, sesar darat, atau busur belakang Flores.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Headline NTT
Pemprov NTT Perkuat Kemitraan Pembangunan di Kupang
Forum Friends of NTT di Kupang pada 2 Oktober 2026 mempertemukan OPD dengan 52 lembaga mitra. Pemprov NTT akan membangun thematic partnership untuk me…
Terbaru di Bencana

Baca juga





