Pemprov NTT Perkuat Kemitraan Pembangunan di Kupang
Forum Friends of NTT di Kupang pada 2 Oktober 2026 mempertemukan OPD dengan 52 lembaga mitra. Pemprov NTT akan membangun thematic partnership untuk memperkuat kolaborasi pembangunan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mempertemukan Organisasi Perangkat Daerah dengan 52 lembaga mitra pembangunan dalam forum Friends of NTT: General Audience, 5 Minutes Presentation and Matchmaking 2026 di Hotel Harper Kupang pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Forum ini menyinergikan kebutuhan prioritas daerah dengan dukungan teknis, pembiayaan, teknologi, inovasi, dan riset. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan mitra untuk menyelaraskan program pembangunan.
Berdasarkan pemetaan awal Bapperida Provinsi NTT, 52 mitra pembangunan itu terdiri atas 23 NGO atau LSM lokal, 12 INGO, serta lembaga bilateral, multilateral, dan filantropi lainnya. Para mitra mengelola 115 entri program dan 363 kegiatan yang tersebar di 22 kabupaten/kota.
Forum berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu General Audience, 5 Minutes Presentation, dan Matchmaking. Pelaksanaannya didukung UNICEF. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur selanjutnya akan membangun thematic partnership agar kolaborasi antarpihak berkembang menjadi ekosistem pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak lebih merata bagi masyarakat.
Mengapa forum ini penting bagi pembaca di NTT
Kerja sama ini berkaitan langsung dengan kebutuhan pembangunan di setiap wilayah kepulauan. Di Timor, termasuk Kota Kupang dan kabupaten di sekitarnya, forum mempertemukan perangkat daerah dengan mitra yang dapat mendukung layanan dasar dan konektivitas. Di Flores dan Lembata, dukungan mitra dapat diselaraskan dengan kebutuhan daerah. Sumba, Sabu, Rote, dan Alor juga tercakup karena program mitra tersebar di 22 kabupaten/kota.
Data forum menunjukkan fokus terbesar berada pada kesehatan dan gizi, dengan 80 kegiatan atau sekitar 22 persen. Sebanyak 33 dari 52 mitra bergerak pada urusan wajib pelayanan dasar. Informasi ini penting untuk membaca arah dukungan pembangunan, tanpa menyamakan kebutuhan tiap pulau dan kabupaten.
Pemerintah provinsi menyatakan thematic partnership akan menjadi langkah lanjutan. Sumber laporan tidak merinci jadwal atau bentuk kerja sama berikutnya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
Baju adat suku Rote: ciri, makna, dan pemakaiannya di Rote Ndao
Baju adat suku Rote paling dikenal lewat Ti’i Langga pada pria dan kain tenun ikat pada pria maupun perempuan, dengan fungsi adat yang kuat dalam pern…
Terbaru di Headline NTT

Berita utama hari ini

Baca juga




