Suku Alor: siapa mereka, tinggal di mana, dan apa ciri budayanya
Suku Alor merujuk pada kelompok etnis di Kabupaten Alor, NTT, yang kerap dipakai sebagai payung bagi sejumlah subkelompok dan bahasa lokal di pulau itu.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Suku Alor — adalah sebutan untuk kelompok etnis yang mendiami Pulau Alor dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Dalam rujukan umum, istilah ini juga dipakai untuk menyebut beberapa subkelompok di Alor, termasuk Abui, Kabola, Kui, dan lainnya.
Suku Alor tinggal di mana?
Rujukan yang beredar menempatkan Suku Alor di daratan Pulau Alor, Pantar, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, yang kini masuk Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Wikipedia bahasa Indonesia juga menyebut sebaran wilayah domisili pada lima kecamatan: Alor Timur, Alor Barat Laut, Alor Barat Daya, Alor Selatan, dan Pantar.
Apakah Suku Alor itu satu kelompok atau banyak subkelompok?
Beberapa sumber menyebut “Suku Alor” sebagai payung untuk sejumlah sub-suku atau klan. VOI menuliskan di antaranya Abui, Alor, Belagar, Deing, Kabola, Kawel, Kelong, Kemang, Kramang, Kui, Lemma, Maneta, Mauta, Seboda, Wersin, dan Wuwuli.
Pada saat yang sama, sumber lain memisahkan Abui sebagai identitas etnis tersendiri di Pulau Alor. Ini menunjukkan bahwa istilah “Suku Alor” dalam pemakaian populer bisa merujuk ke kelompok yang lebih luas, bukan satu komunitas tunggal.
Bahasa apa yang dipakai?
Rujukan leksikografis KBBI mencatat “Alor” sebagai nama suku bangsa dan juga bahasa yang dituturkan oleh suku Alor. Dalam literatur tentang Abui, bahasa Abui disebut sebagai bahasa yang digunakan di sebagian wilayah Alor, bersama bahasa Indonesia dan kreol berbasis Melayu.
Apa ciri budaya yang sering dikaitkan dengan Suku Alor?
Sejumlah tulisan tentang Alor menyinggung kehidupan lama masyarakat yang bertani, berladang, dan menangkap ikan, serta pola hunian yang tersebar di perbukitan dan pegunungan. Ada pula rujukan yang menyebut alat musik tradisional berupa moko dalam pembahasan kebudayaan Alor.
Mengapa istilah ini sering dicari?
Karena kata “Alor” bukan hanya nama pulau dan kabupaten, tetapi juga nama kelompok etnis dan bahasa, pencarian sering bercampur antara identitas suku, wilayah, dan kebudayaan.
Untuk pembaca di Kepulauan NTT, istilah ini penting karena Alor adalah salah satu pusat ragam masyarakat adat di gugus pulau paling timur Nusa Tenggara Timur, sehingga pencarian “suku alor” biasanya mengarah ke asal-usul, sebaran, dan identitas budaya masyarakat setempat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
Rumah adat khas Nusa Tenggara Timur: makna, ciri, dan contoh utamanya
Rumah adat khas Nusa Tenggara Timur bukan satu bangunan tunggal, melainkan ragam rumah tradisional dari suku dan pulau berbeda.
Terbaru di Kepulauan

Baca juga




