NTT Hari Ini

Minggu, 27 September 2026

Alor, Sabu Raijua, dan Rote Ndao Masuk Awas Krisis Air

PUPR Nusa Tenggara Timur mencatat 10 dari 21 kabupaten dan 1 kota berstatus waspada hingga awas krisis air. Alor, Sabu Raijua, dan Rote Ndao termasuk kategori awas.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Hamparan tanah dan dasar sungai yang mengering dan retak-retak dengan dua orang berjalan di kejauhan.
Ilustrasi: Hamparan tanah dan dasar sungai yang mengering dan retak-retak dengan dua orang berjalan di kejauhan. · Foto: chiến bá / Pexels

Kupang — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat 10 dari 21 kabupaten dan 1 kota berada pada status waspada hingga awas krisis air per 27 September 2026. Kabupaten Alor, Sabu Raijua, dan Rote Ndao termasuk wilayah yang masuk kategori awas.

Kemarau panjang dan fenomena El Nino disebut memicu berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Dalam pemetaan kerentanan krisis air, wilayah berstatus awas mengalami defisit kritis pada pasokan air bersih dari sumber permukaan maupun cekungan air tanah.

Status awas berarti pasokan air bersih mengalami defisit kritis

Bagi pembaca di kepulauan Nusa Tenggara Timur, status ini menunjukkan bahwa dampak kekeringan tidak tersebar seragam. Di Alor, Sabu Raijua, dan Rote Ndao, persoalan utama yang disebut dalam laporan adalah keterbatasan pasokan air bersih. Kondisi tersebut penting untuk dipantau karena berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga di kabupaten kepulauan.

Laporan menyebut wilayah lain yang masuk kategori awas, yaitu Belu, Flores Timur, Kabupaten Kupang, dan Lembata. Pulau Palue di Flores juga disebut sebagai salah satu pulau kecil dalam kategori tersebut. PUPR Nusa Tenggara Timur menyatakan ketersediaan air bersih di wilayah berstatus awas terus berkurang.

Kemarau diperkirakan berlangsung hingga awal tahun berdasarkan keterangan dalam laporan yang mengutip Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun, laporan yang ditemukan tidak memuat rincian waktu pengukuran dalam zona Waktu Indonesia Tengah maupun langkah penanganan khusus untuk masing-masing kabupaten.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.