Bantuan Air Bersih Tiba untuk Warga Wolomotong Sikka
Warga Wolomotong, Sikka, menerima bantuan air bersih setelah krisis sekitar tiga bulan. Kekeringan berdampak pada lebih dari 720 kepala keluarga dan lebih dari 2.000 jiwa.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Maumere — Warga Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, menerima bantuan air bersih pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Bantuan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang menghadapi krisis air bersih selama sekitar tiga bulan.
Kepala Desa Wolomotong Sergius Sareng mengatakan kondisi paling parah berdampak pada lebih dari 720 kepala keluarga dan lebih dari 2.000 jiwa. Krisis diperburuk kemarau panjang serta kerusakan fasilitas air bersih akibat gempa Flores pada pertengahan Agustus 2026.
Warga sebelumnya mencari air hingga ke kali dan harus menunggu berjam-jam untuk memperoleh beberapa jeriken. Sejumlah sumber air mengalami penurunan debit, sementara sebagian lainnya mulai mengering. Kerusakan bak penampungan dan fasilitas penangkap mata air juga menghambat pemenuhan kebutuhan air minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga.
Bantuan air menjadi penyangga warga Sikka
Bantuan di Wolomotong penting bagi pembaca di Pulau Flores karena kekeringan dan dampak gempa menekan akses terhadap kebutuhan dasar di Kabupaten Sikka. Palang Merah Indonesia Cabang Sikka menyalurkan air ke dua dusun di Wolomotong. Setiap dusun menerima lima ribu liter, lalu setiap kepala keluarga memperoleh 20 liter.
Tekanan biaya juga muncul di wilayah lain Sikka. Di Wolomotong, satu tangki air dijual sekitar Rp500 ribu. Warga yang tidak mampu membeli air terpaksa memanfaatkan sumber air yang masih tersedia. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sikka dan Palang Merah Indonesia terus menyalurkan air bersih sambil mendata wilayah terdampak.
Kerusakan fasilitas air bersih di sejumlah wilayah Sikka dikaitkan dengan gempa 15 Agustus 2026. Pendataan diperlukan untuk menentukan wilayah dan warga yang membutuhkan penanganan serta distribusi bantuan berikutnya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
FCE 2026 di Kupang Catat 65.200 Kunjungan dan LoI Ekspor
FCE 2026 di Kupang mencatat 65.200 kunjungan dan penjualan UMKM Rp609.892.308. Business matching menghasilkan LoI ekspor sekitar Rp27 miliar per tahun…
Paling ramai di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga





