NTT Hari Ini

Jumat, 9 Oktober 2026

FCE 2026 di Kupang Catat 65.200 Kunjungan dan LoI Ekspor

FCE 2026 di Kupang mencatat 65.200 kunjungan dan penjualan UMKM Rp609.892.308. Business matching menghasilkan LoI ekspor sekitar Rp27 miliar per tahun.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kain tenun bermotif geometris dengan kombinasi warna merah, biru, dan putih serta rumbai.
Ilustrasi: Kain tenun bermotif geometris dengan kombinasi warna merah, biru, dan putih serta rumbai. · Foto: artinstitutechicago / rawpixel (Openverse), CC0

Kupang — Laporan 7 Oktober 2026 mencatat Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 di Kupang meraih 65.200 kunjungan selama tiga hari pelaksanaan. Penjualan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp609.892.308.

Kegiatan yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 itu juga menghasilkan Letter of Intent (LoI) ekspor melalui business matching dengan nilai sekitar Rp27 miliar per tahun. Salah satu tindak lanjutnya ialah rencana ekspor kakao dari koperasi petani di Kabupaten Sikka kepada pembeli asal Australia.

Pengiriman awal direncanakan sebanyak 20 ton kakao dengan nilai sekitar Rp1,1 miliar.

Transaksi dan akses pasar memperkuat UMKM Kupang serta Sikka

Hasil FCE 2026 menunjukkan kegiatan ekonomi tidak berhenti pada penjualan di lokasi acara. Business matching mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari pasar ekspor. Bagi UMKM di Kupang dan kabupaten lain di Pulau Flores, termasuk Sikka, pola ini membuka peluang perluasan pasar di luar Nusa Tenggara Timur.

Data kunjungan mencakup 65.200 kunjungan selama tiga hari. Laporan lain merinci 59.900 kunjungan di area dalam Lippo Plaza dan 5.300 kunjungan di area luar. Penyelenggaraan FCE 2026 berfokus pada produk unggulan seperti tenun, kuliner, kopi, makanan dan minuman, serta inovasi.

Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut FCE sebagai ruang sinergi pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dunia usaha, dan media untuk memperkuat daya saing UMKM. Kesepakatan kakao Sikka menjadi contoh konkret hubungan antara produksi daerah dan permintaan pembeli luar negeri.

Kelanjutan rencana ekspor bergantung pada pelaksanaan kesepakatan antara koperasi petani kakao Kabupaten Sikka dan pembeli asal Australia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.