Berapa Tingkat Hunian Hotel di NTT dan Apa Artinya bagi Wisatawan?
Data BPS Juli 2025 menunjukkan perbedaan tajam tingkat hunian hotel berbintang dan nonbintang di NTT, termasuk variasi antarkabupaten dan lama tinggal tamu.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Hotel di Nusa Tenggara Timur belum terisi penuh secara merata. Menurut BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Juli 2025 tingkat penghunian kamar hotel berbintang mencapai 50,95 persen, sedangkan hotel nonbintang 18,17 persen. Angka itu menunjukkan perbedaan tingkat hunian menurut jenis akomodasi.
Berapa tingkat hunian hotel di NTT?
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di NTT pada Juli 2025 mencapai 50,95 persen, menurut BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur. TPK hotel nonbintang pada bulan yang sama tercatat 18,17 persen.
BPS mengukur TPK sebagai persentase kamar yang terjual atau terpakai dibandingkan kamar yang tersedia dalam periode tertentu. Karena itu, angka TPK bukan jumlah wisatawan dan tidak menunjukkan seluruh kapasitas penginapan yang terisi sepanjang tahun.
Daerah mana yang mencatat hunian tertinggi?
Pada hotel berbintang, TPK tertinggi pada Juli 2025 tercatat di Manggarai Barat sebesar 73,53 persen, Sumba Timur 55,40 persen, dan Sumba Barat 46,24 persen, menurut BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pada hotel nonbintang, TPK tertinggi tercatat di Kabupaten Kupang sebesar 36,67 persen, Belu 35,31 persen, dan Timor Tengah Selatan 30,53 persen. Perbandingan ini memakai kelompok hotel yang berbeda sehingga angkanya tidak dapat dibaca sebagai satu peringkat umum seluruh akomodasi.
Berapa banyak tamu dan berapa lama mereka menginap?
Hotel berbintang menerima 65.002 tamu pada Juli 2025, menurut BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tamu domestik mencakup 63,13 persen, sedangkan rata-rata lama menginap mencapai 1,64 malam.
Hotel nonbintang menerima 53.488 tamu pada bulan yang sama. Tamu domestik mencakup 61,00 persen, dengan rata-rata lama menginap 1,46 malam.
Bagaimana membaca angka ini untuk pariwisata NTT?
Data Juli 2025 memperlihatkan bahwa pasar akomodasi NTT terdiri atas segmen berbintang dan nonbintang dengan tingkat hunian yang berbeda. Tingginya TPK di Manggarai Barat pada kelompok hotel berbintang tidak berarti seluruh destinasi di NTT memiliki tingkat hunian yang sama.
BPS juga mencatat TPK hotel berbintang Juli 2025 naik 1,77 persen dibandingkan Juli 2024, sedangkan TPK hotel nonbintang turun 10,47 persen dibandingkan Juli 2024. Perubahan tahunan itu perlu dibaca bersama jenis hotel dan wilayah yang diukur.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pariwisata

PESONAS II Siapkan City Tour untuk Gerakkan Ekonomi Kupang
Panitia PESONAS II menyiapkan city tour ke objek wisata Kota Kupang pada rangkaian kegiatan 14–18 Oktober 2026. Agenda ini diharapkan menggerakkan par…
Berita utama hari ini

Baca juga





