Berapa Desa Wisata di NTT dan Apa yang Menentukan Kesiapannya?
NTT memiliki setidaknya 534 desa wisata. Angka itu adalah basis perencanaan, bukan jumlah wisatawan; pengembangannya mencakup atraksi, aksesibilitas, amenitas, SDM, dan keamanan bencana.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Desa wisata menjadi salah satu cara Nusa Tenggara Timur menyebarkan manfaat pariwisata ke tingkat lokal. Pemerintah Provinsi NTT mencatat setidaknya 534 desa wisata, sementara Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT juga menyebut pengembangan perlu ditopang atraksi, aksesibilitas, dan amenitas, bukan hanya penetapan status.
Berapa jumlah desa wisata di NTT?
Pemerintah Provinsi NTT menyebut NTT memiliki setidaknya 534 desa wisata dalam artikel perencanaan pariwisata yang terbit pada 21 April 2026. Angka itu merujuk pada data pemerintah daerah dan digunakan sebagai basis pengembangan pengalaman wisata berbasis budaya, spiritualitas, atau edukasi.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT sebelumnya mencatat sekitar 534 desa wisata berdasarkan data 2024. Perbedaan kata “setidaknya” dan “sekitar” menunjukkan angka tersebut perlu dibaca sebagai data perencanaan, bukan jumlah kunjungan wisatawan.
Apakah semua desa wisata sudah menjadi destinasi siap kunjung?
Penetapan sebagai desa wisata tidak otomatis berarti seluruh unsur pelayanan wisata telah tersedia dengan tingkat yang sama. Pemerintah Provinsi NTT menempatkan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas sebagai tiga komponen yang perlu ditata dan ditingkatkan.
Atraksi mencakup pengalaman atau daya tarik yang ditawarkan, aksesibilitas berkaitan dengan kemudahan mencapai lokasi, sedangkan amenitas mencakup fasilitas pendukung. Kerangka ini membuat status desa wisata berbeda dari ukuran keterisian hotel atau jumlah tamu.
Bagaimana pemerintah mengembangkan desa wisata?
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT menyebut pengembangan dilakukan melalui peningkatan sumber daya manusia, penyiapan produk unggulan, dukungan terhadap program satu desa satu produk, dan penyiapan daya tarik unggulan di setiap desa wisata.
Instansi itu juga memasukkan wisata berbasis masyarakat, sertifikasi ramah lingkungan untuk akomodasi, serta penerapan desa wisata aman bencana dalam arah pengembangan. Dokumen tersebut menyebut contoh wisata berbasis masyarakat di Kampung Wae Rebo, Manggarai.
Apa kaitannya dengan kinerja pariwisata NTT?
Data desa wisata dan data kunjungan menjawab dua hal yang berbeda. BPS Provinsi NTT mencatat 25.155 kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli 2025, sedangkan jumlah tamu hotel berbintang pada bulan yang sama mencapai 65.002 tamu.
Menurut BPS, 2025, tingkat penghunian kamar hotel berbintang NTT pada Juli 2025 mencapai 50,95 persen dan rata-rata lama menginap tamunya 1,64 malam. Angka itu menggambarkan aktivitas akomodasi pada satu bulan, bukan jumlah desa wisata atau pemerataan kunjungan ke seluruh wilayah.
Mengapa angka desa wisata perlu dibaca hati-hati?
Jumlah 534 desa wisata menunjukkan cakupan perencanaan yang luas, tetapi belum dengan sendirinya menerangkan kondisi akses, fasilitas, kapasitas pengelola, atau jumlah wisatawan di setiap desa. Untuk membaca perkembangan destinasi, angka desa wisata perlu ditempatkan bersama indikator kunjungan dan akomodasi yang diterbitkan secara berkala.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pariwisata

Berapa Jumlah Wisatawan NTT? Cara Membaca Data Kunjungan dan Hotel
Data resmi menunjukkan skala pariwisata NTT tidak cukup dibaca dari satu angka. Total kunjungan 2025 berbeda pengertian dengan perjalanan nusantara da…
Berita utama hari ini

Baca juga





