NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Sekda Sumba Timur Minta Perempuan Dilibatkan dalam Desa Wisata

Sekda Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu menegaskan perempuan harus menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Zebra Finch, nominate subspecies Taeniopygia guttata guttata.
Foto arsip: Zebra Finch, nominate subspecies Taeniopygia guttata guttata. · Foto: christoph_moning / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Waingapu — — Sekretaris Daerah Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu menegaskan perempuan harus menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata di daerah itu.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Grand Design Pemberdayaan Perempuan (GDPP) di Waingapu, Jumat, 18 September 2026, sebagaimana diberitakan Pos-Kupang.

Menurut laporan tersebut, Umbu Ngadu menyatakan pengembangan pariwisata tidak boleh hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Ia menekankan desa wisata harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama melalui penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan peran perempuan.

“Pemberdayaan perempuan harus menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata,” kata Umbu Ngadu Ndamu dalam FGD GDPP.

Dalam kegiatan itu Umbu Ngadu hadir mewakili Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali.

Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi dan mendukung keberlanjutan desa wisata.

FGD untuk merancang pemberdayaan perempuan

FGD GDPP menjadi bagian dari kajian tentang model pengelolaan desa wisata melalui pemberdayaan perempuan di Kabupaten Sumba Timur.

Dokumen hibah Penelitian Fundamental Reguler tahun kedua 2026 dari Universitas Bina Sarana Informatika mencatat ruang lingkup penelitian mencakup 14 desa wisata di Sumba Timur, terdiri dari kampung adat, desa wisata berbasis alam, dan desa wisata berbasis bahari.

Penelitian tersebut bertujuan menyusun rekomendasi model pengelolaan kampung adat dan desa wisata yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan.

Menurut Umbu Ngadu, penyusunan GDPP harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah.

Ia mengingatkan tanpa rancangan yang jelas, pengembangan desa wisata berisiko tidak memberikan kemajuan berarti bagi masyarakat.

FGD di Waingapu dihadiri anggota DPRD Sumba Timur, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, perwakilan 14 desa wisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta perwakilan dinas, badan dan kantor terkait.

Para akademisi yang terlibat antara lain Maklon F. Kila dan Adi Pandarangga yang mengerjakan kajian tentang pengelolaan desa wisata berbasis pemberdayaan perempuan di Sumba Timur.

Perempuan dalam kehidupan sosial Sumba Timur

Dalam FGD itu, Umbu Ngadu mengaitkan pentingnya peran perempuan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sumba Timur.

Ia menggarisbawahi bahwa perempuan hadir dalam berbagai urusan kehidupan, termasuk tradisi tradisional yang mengiringi siklus hidup masyarakat Sumba Timur.

Menurut dia, hal tersebut menunjukkan posisi utama perempuan dalam kehidupan masyarakat dan menjadi dasar bagi pelibatan perempuan dalam pengelolaan desa wisata.

Kerangka penelitian yang digarap bersama pemerintah daerah menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai strategi untuk memperkuat ekonomi rumah tangga di desa wisata.

Dokumen penelitian itu menekankan bahwa optimalisasi pemberdayaan perempuan dipandang mampu memberi dampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian rumah tangga dan mendukung pembangunan sosial di Sumba Timur.

Arah kebijakan desa wisata

Umbu Ngadu menyatakan pelibatan masyarakat secara aktif, termasuk perempuan, akan memberi nilai tambah terhadap potensi pariwisata dan membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga.

Pernyataan tersebut sejalan dengan kebijakan pengembangan desa wisata di Sumba Timur yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan mendorong pengelolaan secara inklusif.

Melalui GDPP, pemerintah daerah dan mitra akademik diharapkan menyusun rekomendasi yang aplikatif bagi program desa wisata, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, penguatan kelompok usaha, dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Umbu Ngadu menegaskan bahwa grand design pemberdayaan perempuan di desa wisata perlu menjadi rujukan dalam kebijakan dan program daerah agar manfaat ekonomi pariwisata dirasakan lebih luas oleh keluarga di Sumba Timur.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.