Kabupaten Lembata: Letak, Wilayah, dan Perkembangan 2026
Kabupaten Lembata di Nusa Tenggara Timur beribu kota Lewoleba, terdiri atas sembilan kecamatan, dan memasuki usia 27 tahun pada 12 Oktober 2026. Berikut letak, wilayah administratif, agenda pembangunan, dan data perikanannya.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Kabupaten Lembata adalah daerah otonom di Nusa Tenggara Timur dengan ibu kota Lewoleba. Wilayah ini mencakup sembilan kecamatan, 137 desa, dan tujuh kelurahan, serta berada di antara Laut Flores, Selat Alor, Selat Boleng-Lamakera, dan Laut Sawu. Pemerintahan kabupaten memperingati hari jadinya yang ke-27 pada 12 Oktober 2026.
Di mana letak Kabupaten Lembata?
Lembata berada di kawasan kepulauan Nusa Tenggara Timur. Data Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan NTT menyebut batas utaranya adalah Laut Flores, sebelah timur Selat Alor, sebelah barat Selat Boleng dan Lamakera, sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Laut Sawu.
Menurut BPK Perwakilan NTT, luas wilayah Lembata adalah 1.266,38 kilometer persegi. Ibu kota kabupaten berada di Lewoleba.
Bagaimana pembagian wilayahnya?
Secara administratif, Kabupaten Lembata terdiri atas sembilan kecamatan, 137 desa, dan tujuh kelurahan, menurut BPK Perwakilan NTT. Pembagian ini menjadi dasar penyelenggaraan layanan pemerintahan dan pembangunan di pulau tersebut.
Lewoleba menjadi pusat pemerintahan kabupaten. Situs resmi Pemerintah Kabupaten Lembata juga memuat kegiatan pemerintahan dan program lintas sektor yang berlangsung di sejumlah kecamatan dan desa.
Apa perkembangan penting pada 2026?
Peringatan hari jadi ke-27 Kabupaten Lembata berlangsung pada 12 Oktober 2026. Dalam laporan Pos Kupang, pemerintah daerah menyebut kemiskinan, pengangguran, kualitas sumber daya manusia, konektivitas antarwilayah, ketahanan pangan, pelayanan dasar, lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat sebagai pekerjaan yang masih perlu ditangani.
RRI melaporkan bahwa rangkaian agenda pembangunan yang disiapkan menjelang peringatan itu mencakup kesehatan, pertanian, peternakan, perdagangan, dan infrastruktur dasar. Agenda yang disebut antara lain peletakan batu pertama SPBU di Buyasuri, kawasan tempat pelelangan ikan, layanan mesin cuci darah, serta laboratorium kesehatan hewan.
Bagaimana kegiatan ekonomi perikanannya?
Dalam laporan mengenai peringatan hari jadi daerah, Pos Kupang menyebut produksi perikanan Lembata pada 2025 mencapai 6.814,57 ton. Pada 2026 hingga September, produksi yang dilaporkan mencapai 6.906,8 ton.
Untuk perikanan yang dipasarkan ke luar daerah, laporan yang sama mencatat 1.900,04 ton pada 2025 dan 648,002 ton pada 2026 hingga September. Angka tersebut menunjukkan bahwa perikanan menjadi bagian dari pembahasan pembangunan dan ekonomi masyarakat Lembata.
Apa yang perlu dipahami tentang Lembata?
Lembata bukan hanya nama ibu kota atau satu kawasan pesisir, melainkan kabupaten kepulauan dengan wilayah administratif yang tersebar. Informasi tentang letak, pembagian wilayah, agenda pemerintahan, serta produksi perikanan membantu membaca perkembangan Flores bagian timur dan kepulauan di sekitarnya secara lebih utuh.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
BMKG Duga Kabut Asap di Sejumlah Wilayah NTT Terbawa dari Papua
BMKG menyebut kabut asap di Soe, Borong, dan Ruteng pada 13 Oktober 2026 diduga terbawa angin dari Papua dan terperangkap di atmosfer bawah akibat inv…
Terbaru di Flores

Baca juga





