NTT Hari Ini

Senin, 5 Oktober 2026

BMKG Ingatkan Gelombang Sedang di Perairan Sabu-Raijua

BMKG mengingatkan gelombang sedang di perairan utara dan selatan Sabu-Raijua pada 4–6 Oktober 2026. Angin di sejumlah perairan mencapai 4–25 knot.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Salt evaporation pond in Sabu Island, Sabu Raijua Regency.
Foto arsip: Salt evaporation pond in Sabu Island, Sabu Raijua Regency. · Foto: Government of Sabu Raijua Regency / Wikimedia Commons, Public domain

Sabu — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang sedang di perairan utara dan selatan Sabu-Raijua pada 4–6 Oktober 2026. Informasi ini perlu diperhatikan pengguna transportasi laut sebelum beraktivitas.

Rilis yang dikutip menyebut pola angin di wilayah Nusa Tenggara Timur bergerak dari timur laut hingga tenggara. Kecepatannya berkisar 4–25 knot. Angin tertinggi terpantau di sejumlah perairan, termasuk perairan Sabu-Raijua.

Gelombang sedang berpotensi terjadi di perairan utara Sabu-Raijua dan perairan selatan Sabu-Raijua. Daftar wilayah dalam laporan juga mencakup Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Timor, serta perairan utara Kupang-Rote.

Risiko bagi pelayaran di sekitar Sabu-Raijua

Perubahan angin dapat meningkatkan tinggi gelombang di wilayah perairan tersebut. Risiko ini terutama berkaitan dengan kegiatan pelayaran dan penggunaan perahu nelayan. Karena itu, informasi BMKG menjadi rujukan sebelum perjalanan laut berlangsung.

Laporan RRI mengenai prakiraan maritim BMKG Maritim Tenau Kupang menyebut gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Sabu-Raijua pada 4 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA hingga 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA. Wilayah itu disebut bersama beberapa perairan lain di Nusa Tenggara Timur.

Perbedaan masa berlaku antara laporan gelombang sedang 4–6 Oktober 2026 dan informasi prakiraan 4–5 Oktober 2026 perlu diperhatikan pembaca. Keduanya sama-sama memuat peringatan BMKG tentang kondisi laut yang berisiko bagi pelayaran.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Kepulauan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.