NTT Hari Ini

Kamis, 29 Oktober 2026

BMKG Ingatkan Potensi Kering di Nusa Tenggara Timur

BMKG menyebut Nusa Tenggara Timur masih berpotensi relatif kering pada 25 Oktober hingga 2 November 2026. Hujan tetap berpeluang turun di beberapa pulau.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering retak-retak dengan cangkang kecil dan tunas rumput tipis.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering retak-retak dengan cangkang kecil dan tunas rumput tipis. · Foto: To Tao / Pexels

Kupang — Pembaruan pada 29 Oktober 2026 menyatakan Nusa Tenggara Timur masih berpotensi mengalami kondisi relatif kering hingga 2 November 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan kondisi tersebut dalam informasi iklim untuk periode 25 Oktober hingga 2 November 2026.

BMKG memprakirakan pertumbuhan awan hujan signifikan di sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku Utara, dan Sulawesi. Sebaliknya, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur masih berpotensi relatif kering. Informasi ini menjadi dasar kewaspadaan terhadap kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Di Pulau Flores, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi hingga 2 November 2026. Hujan ringan diprakirakan berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2026 di Pulau Timor, Pulau Sumba, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Lembata, Pulau Alor, dan Pulau Pantar. Prakiraan ini mencakup wilayah kabupaten di pulau-pulau tersebut, tetapi laporan yang tersedia tidak merinci angka per kabupaten.

Kondisi kering meningkatkan kewaspadaan di pulau-pulau NTT

Warga di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor perlu menggunakan informasi cuaca dan iklim saat mengatur kebutuhan air, pertanian, dan pencegahan kebakaran. BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah karena dinamika atmosfer yang masih berlangsung.

Untuk Timor, Sumba, Lembata, dan Alor, peluang hujan ringan pada 31 Oktober hingga 2 November 2026 tidak menghapus risiko kondisi relatif kering. Untuk Flores, peluang hujan ringan hingga sedang tetap ada sampai 2 November 2026. Laporan yang tersedia tidak menyebut prakiraan khusus untuk Pulau Sabu dan Pulau Rote.

BMKG juga menyebut pemanfaatan informasi iklim diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan. Pemerintah daerah dan warga dapat menjadikan pembaruan ini sebagai acuan dalam menghemat air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Hujan ringan hingga sedang yang masih mungkin turun di sejumlah pulau tidak mengubah peringatan umum BMKG mengenai potensi kondisi relatif kering di Nusa Tenggara Timur sampai 2 November 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.