NTT Hari Ini

Kamis, 29 Oktober 2026

Akademisi Minta Distribusi BBM NTT Lindungi Aktivitas Ekonomi

Akademisi Universitas Nusa Cendana meminta distribusi BBM di Nusa Tenggara Timur diprioritaskan bagi kegiatan mendesak, termasuk petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampak atas perahu motor kecil berisi jeriken bahan bakar merah, dayung, dan alat pancing.
Ilustrasi: Tampak atas perahu motor kecil berisi jeriken bahan bakar merah, dayung, dan alat pancing. · Foto: Jake Ryan / Pexels

Kupang — Kelangkaan bahan bakar minyak di Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 29 Oktober 2026 dinilai dapat mengganggu aktivitas petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta kegiatan sosial dan ekonomi lainnya.

Koordinator Program Studi Administrasi Publik Universitas Nusa Cendana, Dr. Laurensius Sayrani, MPA, meminta pemerintah memprioritaskan distribusi secara adil selama pasokan terbatas. Kelompok yang paling membutuhkan, termasuk petani dan nelayan, perlu menjadi pertimbangan utama.

Ia mendorong pemerintah mengidentifikasi kegiatan yang mendesak dan strategis agar pasokan tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan. Koordinasi antarlembaga juga dinilai perlu untuk menemukan titik lemah distribusi dan menyelesaikan hambatan penyaluran.

Kelangkaan BBM berisiko menekan aktivitas ekonomi warga

Dampaknya dapat terasa berbeda di setiap wilayah kepulauan. Di Pulau Timor, termasuk Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, gangguan pasokan dapat memengaruhi mobilitas warga serta kegiatan usaha. Di Flores dan Lembata, petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil bergantung pada bahan bakar untuk menjalankan kegiatan harian.

Di Pulau Sumba, Sabu, Rote, dan Alor, akses distribusi yang perlu menjangkau wilayah kepulauan membuat penentuan prioritas semakin penting. Artikel RRI tidak merinci jumlah pasokan, wilayah antrean, atau kabupaten yang mengalami kelangkaan. Karena itu, dampak per wilayah belum dapat diukur dengan angka.

Pemerintah daerah diminta memperkuat komunikasi publik dan menyusun prioritas kebutuhan. Langkah tersebut ditujukan untuk menekan dampak kelangkaan terhadap kegiatan penting serta memastikan informasi mengenai distribusi dapat diterima masyarakat.

RRI melaporkan pernyataan tersebut dari wawancara di Kupang pada Kamis, 29 Oktober 2026. Sumber lain yang ditemukan juga melaporkan persoalan kelangkaan BBM dan gangguan aktivitas ekonomi di NTT, tetapi membahas konteks serta waktu yang berbeda.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.