NTT Hari Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026

Pemprov NTT Percepat Penanganan Gempa di Sumba Barat Daya

Pemprov NTT meninjau desa terdampak gempa di Sumba Barat Daya. Data hingga 14 Oktober 2026 mencatat 496 kepala keluarga dan 496 rumah terdampak serta dua warga luka-luka.

Oleh

· 2 menit baca

Tambolaka — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meninjau desa terdampak gempa di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk mempercepat pendataan kerusakan, verifikasi warga, dan penyaluran bantuan. Pembaruan laporan pada 23 Oktober 2026 memuat data hingga Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 18.00 WITA: dua warga luka-luka, 496 kepala keluarga terdampak, dan 496 unit rumah terdampak.

Peninjauan dilakukan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma di Desa Mere Kehe dan Desa Waikadada, Kecamatan Kodi Bangedo. Pemerintah provinsi menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan dampak gempa yang mengguncang wilayah Sumba Barat Daya sejak 4 Oktober 2026.

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat kerusakan rumah terdiri atas tujuh rumah rusak berat, 34 rumah rusak sedang, dan 455 rumah rusak ringan. Laporan juga menyebut tidak ada korban jiwa dan luka-luka telah tertangani.

Dampak gempa tercatat di empat kabupaten di Pulau Sumba. Kabupaten Sumba Barat Daya mencatat 11 kecamatan terdampak, Sumba Tengah enam kecamatan, Sumba Barat satu kecamatan, dan Sumba Timur satu kecamatan. Secara keseluruhan, 19 kecamatan terdampak.

Data 496 rumah menjadi dasar penyaluran bantuan di Pulau Sumba

Gempa terjadi pukul 05.55.52 WIB di pantai barat daya Sumba Barat Daya. Laporan RRI menyebut pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, dan tidak berpotensi tsunami menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Guncangan dirasakan kuat di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi dengan intensitas VI MMI. Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba merasakan intensitas IV MMI, sedangkan Bima merasakan intensitas III MMI.

Selain rumah, laporan mencatat 12 fasilitas kesehatan, 24 rumah ibadah, 43 fasilitas pendidikan, dan 21 unit kantor terdampak. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama pemerintah kabupaten, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah memperkuat koordinasi untuk penanganan dan pemulihan pascagempa.

Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah mempercepat pendataan dan verifikasi kerusakan agar bantuan tepat sasaran, sekaligus melanjutkan penyaluran bantuan sesuai tingkat kerusakan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.