Dinas Pertanian Pantau Cetak Sawah Rakyat di Oebelo
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Timur memantau Cetak Sawah Rakyat di Desa Oebelo, Timor Tengah Selatan, pada 2 November 2026. Pemeriksaan mencakup lahan dan alat berat.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Timor Tengah Selatan — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur memantau kegiatan Cetak Sawah Rakyat di Desa Oebelo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, pada 2 November 2026. Pemantauan meninjau perkembangan pekerjaan, kondisi lahan, serta pemanfaatan alat berat milik pemerintah provinsi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Kepala Bidang KPP dan staf turun langsung ke areal pengembangan sawah. Rombongan melihat pekerjaan yang sedang berlangsung dengan menggunakan alat berat dan berdialog dengan operator alat dan mesin pertanian yang bertugas di lokasi.
Pemantauan dilakukan untuk mencermati kondisi aktual lahan dan pelaksanaan pekerjaan. Dinas juga menilai kebutuhan teknis yang perlu mendapat perhatian agar setiap tahap pengembangan lahan berjalan efektif dan mendukung kesiapan lahan untuk produksi pangan.
Monitoring Oebelo Menentukan Kesiapan Lahan Produksi
Bagi pembaca di Pulau Timor, kegiatan ini berkaitan langsung dengan perubahan fungsi lahan dan rencana produksi pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pemeriksaan lapangan membantu memastikan pekerjaan pembukaan serta penataan lahan berjalan sesuai kebutuhan, sekaligus memastikan alat berat digunakan pada areal yang sedang dikembangkan.
Laporan lain dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut pengembangan di wilayah Bena–Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, juga mencakup perhatian pada saluran air, sumber irigasi, dan jalan usaha tani dalam penyempurnaan rancangan teknis. Informasi tersebut menjadi konteks bagi pemantauan kondisi lahan dan sarana pendukung di Oebelo.
Kegiatan pengolahan lahan di kawasan tersebut sebelumnya menggunakan traktor roda empat untuk pembajakan, penggemburan, dan perataan tanah. Program Cetak Sawah Rakyat diarahkan untuk memperluas areal pertanian produktif dan meningkatkan kapasitas produksi pangan.
Dalam laporan pemantauan 2 November 2026, tidak disebutkan luas lahan, jumlah alat berat, nilai anggaran, atau jadwal penyelesaian pekerjaan. Karena itu, informasi yang tersedia terbatas pada perkembangan pekerjaan, kondisi lahan, pemanfaatan alat berat, serta pemeriksaan kegiatan operator di lapangan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Timor
Propam Polda NTT Periksa Polisi yang Diduga Menipu Lima Calon Anggota Polri
Propam Polda NTT memeriksa Bripka HRO setelah lima calon anggota Polri menyerahkan uang dengan janji kuota khusus. Total kerugian yang dilaporkan menc…
Terbaru di Bencana

Berita utama hari ini

Baca juga




