NTT Hari Ini

Rabu, 4 November 2026

Relawan Bangun 70 Persen Huntara Korban Gempa Flores

Sekitar 70 persen huntara korban gempa Flores disebut dibangun relawan dan masyarakat. Warga di tiga kabupaten masih menunggu hunian sebelum musim hujan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalan tanah berkelok di antara perbukitan kering di bawah langit mendung berkabut.
Ilustrasi: Jalan tanah berkelok di antara perbukitan kering di bawah langit mendung berkabut. · Foto: Milad nouri / Pexels

Ruteng — Korban gempa di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat masih bertahan di tenda karena pembangunan hunian sementara (huntara) belum optimal. Kondisi itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Junaidin Mahasan, dalam rapat paripurna pada Senin, 2 November 2026.

Fraksi PSI DPRD NTT menyebut sekitar 70 persen huntara yang tersedia di lokasi terdampak berasal dari relawan dan gotong royong masyarakat. Pembangunan oleh pemerintah disebut sekitar 30 persen.

Laporan mengenai kondisi lapangan mencakup tiga kabupaten di Pulau Flores. Warga di Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat masih menunggu hunian yang lebih layak menjelang musim hujan. Junaidin mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempercepat pembangunan huntara di tiga kabupaten tersebut.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan pembangunan huntara berlangsung dengan kemajuan berbeda.

Huntara Flores menentukan keselamatan warga sebelum musim hujan

Keterlambatan pembangunan membuat sebagian warga tetap tinggal di tenda atau posko mandiri. Ombudsman Republik Indonesia sebelumnya menemukan lebih dari 100 pengungsi masih tinggal di tenda mandiri di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat. Lembaga itu mendorong penyediaan tenda pemerintah dan percepatan huntara sebelum musim penghujan pada November-Desember.

Angka ini menunjukkan kebutuhan huntara tetap besar, terutama bagi keluarga yang belum dapat kembali ke rumah.

Percepatan pembangunan perlu disertai verifikasi dan validasi penerima manfaat oleh pemerintah daerah. BNPB menyatakan penentuan titik huntara dibahas bersama warga dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.