Relawan Bangun 70 Persen Huntara Korban Gempa Flores
Sekitar 70 persen huntara korban gempa Flores disebut dibangun relawan dan masyarakat. Warga di tiga kabupaten masih menunggu hunian sebelum musim hujan.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Ruteng — Korban gempa di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat masih bertahan di tenda karena pembangunan hunian sementara (huntara) belum optimal. Kondisi itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Junaidin Mahasan, dalam rapat paripurna pada Senin, 2 November 2026.
Fraksi PSI DPRD NTT menyebut sekitar 70 persen huntara yang tersedia di lokasi terdampak berasal dari relawan dan gotong royong masyarakat. Pembangunan oleh pemerintah disebut sekitar 30 persen.
Laporan mengenai kondisi lapangan mencakup tiga kabupaten di Pulau Flores. Warga di Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat masih menunggu hunian yang lebih layak menjelang musim hujan. Junaidin mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempercepat pembangunan huntara di tiga kabupaten tersebut.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan pembangunan huntara berlangsung dengan kemajuan berbeda.
Huntara Flores menentukan keselamatan warga sebelum musim hujan
Keterlambatan pembangunan membuat sebagian warga tetap tinggal di tenda atau posko mandiri. Ombudsman Republik Indonesia sebelumnya menemukan lebih dari 100 pengungsi masih tinggal di tenda mandiri di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat. Lembaga itu mendorong penyediaan tenda pemerintah dan percepatan huntara sebelum musim penghujan pada November-Desember.
Angka ini menunjukkan kebutuhan huntara tetap besar, terutama bagi keluarga yang belum dapat kembali ke rumah.
Percepatan pembangunan perlu disertai verifikasi dan validasi penerima manfaat oleh pemerintah daerah. BNPB menyatakan penentuan titik huntara dibahas bersama warga dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
DPRD NTT Minta Pembahasan UMP 2027 Melibatkan Dialog Bersama
DPRD Nusa Tenggara Timur meminta pembahasan UMP 2027 melibatkan pengusaha dan serikat buruh. Pemerintah provinsi masih menunggu surat kementerian sebe…
Terbaru di Flores
Baca juga
![Foto arsip: Collectie / Archief : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesië Reportage / Serie : [DLC] Foto's bij artikel Laskar-sprookje over blanke ba…](/img/320/uploads/2026/11/20261104-gedung-permanen-paud-karya-bersama-mulai-8186b56b.jpg.webp)




