NTT Hari Ini

Rabu, 4 November 2026

BNPB Catat Karhutla Nusa Tenggara Timur 16 Hektare

BNPB mencatat karhutla di Nusa Tenggara Timur mencapai 16 hektare per 1 November 2026, turun 36 persen dari data sebelumnya. Bara bawah tanah masih diwaspadai.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah kering yang pecah-pecah berwarna cokelat.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah kering yang pecah-pecah berwarna cokelat. · Foto: Mahdi Bafande / Pexels

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan di Nusa Tenggara Timur mencapai 16 hektare per 1 November 2026. Luasan itu turun 36 persen dibandingkan data sebelumnya.

Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 2 November 2026. Laporan yang dikutip media menyebut luas karhutla secara nasional mencapai 742 hektare pada periode yang sama.

Bara di bawah tanah masih memicu risiko kebakaran susulan

Penurunan luasan terbakar belum berarti seluruh ancaman berakhir. BNPB menyatakan hujan dapat mengurangi titik api, tetapi bara di bawah permukaan tanah, terutama pada lahan gambut, belum tentu langsung padam.

Karena itu, petugas di berbagai daerah tetap disiagakan. BNPB juga melanjutkan pemadaman dan pemantauan agar bara yang tersisa tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Laporan yang tersedia menyebut data Nusa Tenggara Timur pada tingkat provinsi. Tidak ada rincian kabupaten atau pulau di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor dalam laporan tersebut. Karena itu, luasan 16 hektare tidak dapat dibagi secara terverifikasi ke wilayah-wilayah tersebut.

Bagi pembaca di Nusa Tenggara Timur, angka ini menjadi penanda bahwa risiko karhutla masih perlu dipantau meski luasan tercatat menurun. Perubahan kondisi lapangan tetap bergantung pada pemadaman bara dan pemantauan titik api setelah hujan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Bencana

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.