Banjir Genangi Tenda IGD RSUD Aeramo Nagekeo
Hujan Minggu sore menggenangi tenda IGD, PONEK, dan ruang operasi darurat RSUD Aeramo di Nagekeo. Pasien serta tenaga kesehatan dipindahkan ke gedung rumah sakit.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Aeramo — Hujan yang turun pada Minggu sore, 1 November 2026, menggenangi sejumlah tenda pelayanan darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores. Tenda Instalasi Gawat Darurat (IGD), Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), ruang operasi darurat, dan sejumlah ruang pelayanan lain terdampak.
Pasien serta tenaga kesehatan di tenda IGD dan PONEK segera dievakuasi ke gedung rumah sakit setelah genangan diketahui. Pasien dan tenaga kesehatan yang masih berada di tenda pelayanan lain dijadwalkan dipindahkan ke gedung rumah sakit pada Senin pagi, 2 November 2026.
Banjir mengganggu layanan darurat di Nagekeo
Genangan membuat tenda-tenda pelayanan untuk sementara tidak memungkinkan digunakan. Kondisi ini menambah kendala bagi RSUD Aeramo yang masih mengandalkan fasilitas sementara setelah bangunan utamanya rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Kementerian Kesehatan telah mendirikan rumah sakit lapangan di RSUD Aeramo untuk menjaga layanan medis tetap berjalan setelah kerusakan fasilitas. Layanan yang berlangsung dalam fasilitas sementara mencakup IGD, rawat inap, ruang nifas, Neonatal Intensive Care Unit (NICU), dan kamar operasi.
Peristiwa ini menunjukkan risiko langsung musim hujan terhadap layanan kesehatan darurat di Pulau Flores. Tenda yang menjadi tempat pelayanan harus tetap aman dari genangan agar pasien dan tenaga kesehatan dapat dipindahkan tanpa mengganggu penanganan medis.
Pemindahan pasien dan tenaga kesehatan dari tenda pelayanan lain dilakukan pada Senin pagi, 2 November 2026. Jumlah pasien yang terdampak maupun ketinggian genangan tidak disebutkan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
NTT Dorong Camino de Flores Menjadi Ikon Wisata Religi Indonesia
Pemerintah NTT dan BPOLBF mendorong Camino de Flores menjadi ikon wisata religi Indonesia setelah etape tengah sepanjang sekitar 70 kilometer berakhir…
Terbaru di Bencana

Berita utama hari ini

Baca juga




