FOKBI Galang Donasi untuk Warga NTT Terdampak Bencana
FOKBI dan Kementerian Pariwisata menggelar Gerak Peduli NTT–Ikan Nae di Pante di Jakarta pada 27 September 2026. Kegiatan ini menghimpun donasi bagi warga NTT terdampak bencana.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) menggelar Gerak Peduli NTT–Ikan Nae di Pante di Kementerian Pariwisata, Jakarta, pada 27 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhakti Pariwisata 2026.
Mengapa ini penting: Donasi dikumpulkan selama sepekan dan direncanakan disalurkan paling cepat dalam satu hingga dua pekan kepada wilayah NTT yang membutuhkan bantuan.
Acara tersebut memadukan senam kreasi Nusantara, musik sasando, seni, budaya, dan penggalangan donasi untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana. Kegiatan berlangsung secara hibrida dan diikuti 250 peserta secara langsung di Jakarta.
Menurut Pantau, Yayasan Korps Pegawai Republik Indonesia menyerahkan donasi awal secara simbolis sebesar Rp25 juta kepada panitia. Pengumpulan dana melalui QRIS dan tunai dibuka selama sepekan bagi anggota FOKBI dan masyarakat umum.
FOKBI akan berkoordinasi dengan kepala daerah setempat untuk menentukan wilayah penerima bantuan, terutama daerah yang dinilai masih minim memperoleh bantuan. Donasi yang terkumpul direncanakan disalurkan paling cepat dalam satu hingga dua pekan setelah kegiatan.
Peserta daring terhubung dengan perwakilan FOKBI dari 11 provinsi. Kegiatan itu juga menandai dua tahun karya senam “Ikan Nae di Pante”, yang menggabungkan gerakan olahraga dengan representasi aktivitas dan kebudayaan masyarakat NTT.
Ketua Umum FOKBI Sapta Nirwandar mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berupa olahraga dan seni budaya, tetapi juga gerakan solidaritas bagi masyarakat NTT. FOKBI juga berencana meninjau kondisi lapangan di NTT sebelum menyerahkan bantuan yang dihimpun.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Kepulauan
Pakaian adat Alor: busana tenun dan kulit kayu di Pulau Alor
Pakaian adat Alor tidak tunggal. Di Pulau Alor, ada busana tenun berhias manik-manik dan kerang, serta tradisi pakaian kulit kayu di komunitas tertent…
Terbaru di Pariwisata

Baca juga





