NTT Hari Ini

Jumat, 25 September 2026

Pelatihan Pariwisata Riung Dorong Pemulihan Ekonomi Pascagempa

Project In Flores dan Forum Konservasi Mbou Riung Ngada melatih kelompok tani hutan, pelaku wisata, serta pelaku UMKM di Riung pada 23 September 2026. Kegiatan ini mendukung pemulihan ekonomi setelah gempa.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seorang wanita menenun kain tradisional dengan alat tenun kayu di dalam ruangan.
Ilustrasi: Seorang wanita menenun kain tradisional dengan alat tenun kayu di dalam ruangan. · Foto: fey wardhani / Pexels

Riung — Project In Flores bersama Forum Konservasi Mbou Riung Ngada memberikan pelatihan kepada Kelompok Tani Hutan, pelaku wisata, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, pada 23 September 2026.

Kegiatan ini melibatkan Forum Konservasi Mbou Riung Ngada, Projek In Flores, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur. Pelatihan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat lokal setelah gempa Flores yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.

Pelatihan mencakup pendampingan bagi kelompok yang terlibat dalam ekosistem pariwisata Riung. Projek In Flores juga menggandeng Lembaga Nusa Bunga Mandiri untuk mendukung pengembangan kapasitas, pemasaran, dan pengelolaan ekosistem wisata berbasis masyarakat lokal.

Pelatihan menopang pemulihan pariwisata Riung

Bagi pembaca di Ngada dan Flores, kegiatan ini berkaitan langsung dengan pemulihan usaha serta aktivitas wisata di wilayah pesisir utara Flores. Kelompok tani hutan, pelaku wisata, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi bagian dari masyarakat yang terdampak oleh gangguan pascagempa.

Ketua Forum Konservasi Mbou Riung, Dr. Nicolaus Noywuli, menyampaikan bahwa pendampingan dan pelatihan ditujukan untuk mendorong kebangkitan masyarakat lokal, terutama pelaku wisata dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Peserta didorong memanfaatkan proses pendampingan untuk memperkuat keterampilan dalam mengelola ekosistem pariwisata dan mengembangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pendampingan Projek In Flores memiliki batas waktu hingga 2028. Setelah masa pendampingan berakhir, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan kapasitas dan usaha secara mandiri.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.