KONI Pusat Visitasi Venue NTT untuk Persiapan PON 2028
KONI Pusat meninjau venue dan kesiapan teknis Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah PON XXII/2028. Visitasi berlangsung 15–18 Oktober 2026 di sejumlah wilayah.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Kupang — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mulai melakukan visitasi teknis pada 15 Oktober 2026 untuk menilai kesiapan venue dan persiapan teknis Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.
Tim dipimpin Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Suwarno. Kunjungan ini mencakup peninjauan langsung terhadap sarana pertandingan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta KONI NTT.
Rangkaian visitasi dijadwalkan berlangsung pada 15–18 Oktober 2026. Tim technical delegate menilai kelayakan fasilitas sebelum lokasi pertandingan ditetapkan. Hasil evaluasi menjadi bahan penentuan venue, cabang olahraga, dan nomor pertandingan.
Rencana penyelenggaraan di NTT tidak hanya berpusat di Kota Kupang. Persiapan mencakup wilayah Pulau Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor. Pemerintah Provinsi NTT juga memetakan kebutuhan venue, akomodasi, layanan kesehatan, transportasi, dan infrastruktur pendukung.
Visitasi menentukan kesiapan venue di berbagai pulau NTT
Di Pulau Timor, lokasi yang masuk persiapan meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, dan Malaka. Di Flores dan Lembata, persiapan venue mencakup sejumlah wilayah daratan Flores, termasuk Ende, Nagekeo, dan Labuan Bajo. Alor juga disiapkan sebagai salah satu lokasi pertandingan.
Untuk Pulau Sumba, pemetaan venue mencakup Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur. Rote turut masuk dalam daftar wilayah yang dipersiapkan. Hasil peninjauan akan menunjukkan fasilitas yang memenuhi persyaratan serta bagian yang masih perlu dibenahi.
Visitasi ini penting bagi pembaca di NTT karena keputusan kelayakan venue akan menentukan sebaran pertandingan, kebutuhan perbaikan fasilitas, dan kesiapan layanan di tiap kabupaten. Pemerintah daerah dan pengurus KONI akan menindaklanjuti kekurangan yang ditemukan selama evaluasi.
Keputusan mengenai venue dan cabang olahraga ditargetkan ditetapkan pada Oktober 2026. Tim KONI Pusat dan technical delegate juga akan memberikan masukan kepada pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota terkait pemenuhan standar penyelenggaraan PON.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Pemprov NTT Usulkan Tambahan Kuota BBM Bersubsidi 5 Persen
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengajukan tambahan kuota solar, minyak tanah, dan Pertalite sebesar 5 persen kepada BPH Migas untuk memenuhi…
Terbaru di Olahraga

Berita utama hari ini

Baca juga





