NTT Hari Ini

Kamis, 8 Oktober 2026

Makanan Khas Flores: Ragam Hidangan dari Manggarai hingga Flores Timur

Makanan khas Flores mencakup nasi bambu, olahan jagung, sayuran pepaya, pangan ubi, jajanan, serta hidangan ikan. Ragamnya berubah menurut wilayah dan konteks adat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Flores, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Flores, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Stepgun / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Makanan khas Flores bukan satu hidangan tunggal, melainkan ragam pangan dari wilayah Manggarai hingga Flores Timur dan Lembata. Yang paling sering disebut antara lain tapa kolo, jagung bose, catemak jagung, rumpu rampe, jagung titi, jawada, dan olahan ikan atau daging asap, dengan bahan serta konteks adat yang berbeda.

Apa makanan khas Flores yang paling dikenal?

Tapa kolo adalah nasi bambu yang dimasak dengan membakar bambu berisi beras di atas bara. Indonesia Travel menyebut hidangan ini memakai beras merah, garam, dan daun pisang; makanan tersebut kerap hadir dalam acara adat atau perayaan.

Jagung bose merupakan olahan jagung bersama kacang-kacangan dan santan, sedangkan catemak jagung memakai jagung, kacang hijau, dan sayuran. Dua hidangan itu menunjukkan pentingnya jagung dan bahan kebun dalam kuliner Flores, menurut Wisata.app dan Foodnesia.

Bagaimana makanan itu berbeda menurut wilayah?

Rumpu rampe dikenal sebagai tumisan daun atau bunga pepaya, jantung pisang, dan bahan lain seperti ikan teri. Wisata.app mengaitkannya dengan Nusa Tenggara Timur, sementara hasil pencarian PergiMulu menyebutnya berasal dari Maumere.

Jagung titi dibuat dari biji jagung yang dipipihkan, sedangkan ohu ai pungan menggunakan ubi kayu kering yang ditumbuk dan dicampur kelapa, garam, serta ikan teri. PergiMulu mengaitkan jagung titi dengan Larantuka dan ohu ai pungan dengan tradisi pangan Flores.

Mengapa tapa kolo berkaitan dengan adat?

Menurut Indonesia Travel, tapa kolo sering disajikan dalam acara adat atau perayaan dan melambangkan kebersamaan. Tempo, dalam laporan yang mengutip Budaya Indonesia, menyebut “tapa” berarti bakar dan “kolo” berarti memasak menggunakan bambu.

Karena itu, tapa kolo tidak sekadar nasi yang dimasak dengan teknik berbeda. Cara memasak, penyajian, dan waktunya membuat hidangan ini terkait dengan praktik sosial masyarakat Manggarai.

Apakah ada makanan khas Flores dari hasil laut?

Ada. Daftar PergiMulu mencantumkan ikan sebagai bagian dari ohu ai pungan, sedangkan Wisata.app menyebut ikan teri sebagai campuran rumpu rampe. Foodnesia juga mencatat ikan kuah asam sebagai salah satu hidangan yang dikaitkan dengan Flores.

Daftar tersebut tidak berarti semua makanan itu berasal dari satu kabupaten atau disajikan dengan resep seragam. Flores membentang dari Manggarai sampai Flores Timur, sehingga nama, bahan, dan penggunaannya dapat berbeda antarwilayah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Paling ramai di Flores

  2. Berita utama hari ini

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.