Carmen Lamba Soroti Akses Wisata Bukit Kezimara di Ende
Putri Pariwisata Indonesia 2026 Carmen Lamba menilai akses jalan, transportasi, dan akomodasi masih menghambat pengembangan destinasi di Nusa Tenggara Timur. Bukit Kezimara di Ende menjadi contohnya.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Ende — Putri Pariwisata Indonesia 2026, Carmen Lamba, menyoroti akses jalan, transportasi, dan akomodasi yang belum memadai dalam pengembangan sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur. Hal itu disampaikannya dalam program Tamu Malam Pro 2 RRI Kupang pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Carmen menyebut Nusa Tenggara Timur memiliki potensi alam dan budaya yang besar. Namun, sebagian destinasi belum banyak tersentuh wisatawan karena kendala akses. Menurutnya, jalan, transportasi, dan akomodasi perlu mendukung agar potensi tersebut dapat dinikmati secara langsung.
Ia mencontohkan Bukit Kezimara di Ende. Bersama komunitas Titik Nadi, Carmen terlibat dalam kegiatan The Golden Landscape of Kezimara. Kegiatan itu mengajak anak muda melihat kembali potensi destinasi tersebut sekaligus memperhatikan kondisi lingkungannya.
Akses menentukan masa depan wisata Ende dan Nusa Tenggara Timur
Persoalan yang disoroti Carmen berkaitan langsung dengan perjalanan wisatawan menuju destinasi. Jalan yang belum memadai dapat membatasi kunjungan. Keterbatasan transportasi dan akomodasi juga memengaruhi kemampuan wisatawan untuk tinggal dan menjelajahi kawasan.
Pengembangan destinasi, menurut Carmen, tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, masyarakat, dan generasi muda perlu berkolaborasi. Komunitas dapat membantu mengenalkan potensi lokal, sedangkan penguatan akses menjadi bagian penting agar pengenalan itu berlanjut menjadi kunjungan.
Dalam konteks Ende, Bukit Kezimara menjadi contoh bagaimana kegiatan komunitas dapat mengangkat kembali perhatian terhadap sebuah destinasi. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan lanskap, tetapi juga menempatkan kondisi lingkungan sebagai perhatian.
Carmen berharap lebih banyak destinasi di Nusa Tenggara Timur berkembang dan dikenal masyarakat luas. Ia menilai keindahan alam perlu diikuti akses yang memungkinkan wisatawan mencapai dan menikmati lokasi secara langsung.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
KM Wilis Singgah di Ende dan Waingapu pada 2 Oktober
KM Wilis dijadwalkan singgah di Ende pada 2 Oktober 2026 pukul 06.00-08.00 WITA. Kapal tiba di Waingapu pukul 19.00 dan berangkat pukul 21.00 WITA.
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga




