NTT Hari Ini

Jumat, 23 Oktober 2026

Ngada Dorong Festival Wolobobo Perkuat Ekonomi Warga

Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu meminta Festival Wolobobo 2026 memberi manfaat ekonomi bagi warga. Produk lokal dan kemitraan Camino de Flores didorong memperluas peluang pariwisata.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau berselimut kabut tebal dengan deretan pepohonan dan menara pemancar.
Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau berselimut kabut tebal dengan deretan pepohonan dan menara pemancar. · Foto: Daneswara Eka / Pexels

Bajawa — Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan Festival Wolobobo 2026 harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Ngada pada Kamis, 22 Oktober 2026. Pesan itu disampaikan saat pembukaan festival di Art Center Bajawa.

Pemerintah Kabupaten Ngada mendorong festival tidak berhenti sebagai acara seremonial. Warga diharapkan terlibat sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan sekaligus menerima manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

Bernadinus meminta produk lokal dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Produk itu tidak hanya ditampilkan dalam pameran, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat.

Festival juga dipakai untuk memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Ngada. Pemerintah daerah berharap kemitraan dengan Camino de Flores membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Festival Wolobobo membuka ruang bagi produk lokal Ngada

Festival Wolobobo 2026 berlangsung pada 22–24 Oktober 2026, dengan kegiatan utama di Art Center Bajawa. Kolaborasi dengan Camino de Flores diarahkan untuk memperkuat promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Ngada.

Rangkaian kegiatan itu juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta memperkenalkan hasil inovasi lokal. Produk yang ditampilkan mencakup makanan olahan, briket berbahan limbah aren, inovasi Lime Dite, dan pupuk cair dari Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa.

Bagi pembaca di Flores, arah tersebut penting karena manfaat festival diukur dari peluang usaha dan pemanfaatan produk, bukan hanya jumlah kegiatan. Pengembangan produk lokal, pelestarian budaya, dan promosi pariwisata diharapkan memperluas kesempatan ekonomi di Kabupaten Ngada.

Camino de Flores juga dirancang menghubungkan berbagai potensi wisata di daratan Flores. Rute itu mencakup situs religi, desa wisata, lanskap alam, serta acara budaya dan pariwisata di sejumlah kabupaten.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.