Ngada Dorong Festival Wolobobo Perkuat Ekonomi Warga
Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu meminta Festival Wolobobo 2026 memberi manfaat ekonomi bagi warga. Produk lokal dan kemitraan Camino de Flores didorong memperluas peluang pariwisata.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Bajawa — Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan Festival Wolobobo 2026 harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Ngada pada Kamis, 22 Oktober 2026. Pesan itu disampaikan saat pembukaan festival di Art Center Bajawa.
Pemerintah Kabupaten Ngada mendorong festival tidak berhenti sebagai acara seremonial. Warga diharapkan terlibat sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan sekaligus menerima manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.
Bernadinus meminta produk lokal dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Produk itu tidak hanya ditampilkan dalam pameran, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat.
Festival juga dipakai untuk memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Ngada. Pemerintah daerah berharap kemitraan dengan Camino de Flores membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Festival Wolobobo membuka ruang bagi produk lokal Ngada
Festival Wolobobo 2026 berlangsung pada 22–24 Oktober 2026, dengan kegiatan utama di Art Center Bajawa. Kolaborasi dengan Camino de Flores diarahkan untuk memperkuat promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Ngada.
Rangkaian kegiatan itu juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta memperkenalkan hasil inovasi lokal. Produk yang ditampilkan mencakup makanan olahan, briket berbahan limbah aren, inovasi Lime Dite, dan pupuk cair dari Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa.
Bagi pembaca di Flores, arah tersebut penting karena manfaat festival diukur dari peluang usaha dan pemanfaatan produk, bukan hanya jumlah kegiatan. Pengembangan produk lokal, pelestarian budaya, dan promosi pariwisata diharapkan memperluas kesempatan ekonomi di Kabupaten Ngada.
Camino de Flores juga dirancang menghubungkan berbagai potensi wisata di daratan Flores. Rute itu mencakup situs religi, desa wisata, lanskap alam, serta acara budaya dan pariwisata di sejumlah kabupaten.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
BMKG Prakirakan Udara Kabur di Sejumlah Wilayah NTT
BMKG memprakirakan udara kabur atau kabut/asap di sejumlah wilayah NTT pada Senin, 19 Oktober 2026. Tambolaka berpeluang hujan ringan, sementara suhu…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





