NTT Hari Ini

Kamis, 22 Oktober 2026

Kementerian Lingkungan Hidup Sosialisasikan Pengelolaan Sampah di Ngada

Kementerian Lingkungan Hidup menggelar dialog dan sosialisasi pengelolaan sampah, kedaruratan, serta limbah B3 di Kabupaten Ngada pada Kamis 22 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Gunung Ebulobo di pulau Flores.
Foto arsip: Gunung Ebulobo di pulau Flores. · Foto: Felix Dance / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Bajawa — Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup menggelar dialog terbuka dan sosialisasi penanganan sampah, kedaruratan, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3), serta limbah B3 di Aula Susteran Sang Timur, Bejo, Kabupaten Ngada, Kamis 22 Oktober 2026.

Kegiatan itu dihadiri Anggota DPR RI Komisi XII Dipo Nusantara Pua Upa, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, tenaga ahli Kementerian Lingkungan Hidup, pelaku usaha, pemerhati lingkungan, dan pihak yang bergerak di sektor pariwisata.

Dalam dialog, peserta membahas pengelolaan sampah yang tidak berhenti pada pengangkutan ke tempat pembuangan akhir. Sampah perlu dikurangi sejak dari sumbernya, kemudian dipilah dan diolah sebelum penanganan akhir.

Dipo Nusantara Pua Upa menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan kesadaran kolektif dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tanggung jawab tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.

Pengelolaan dari hulu penting bagi Ngada

Pengelolaan dari hulu hingga hilir relevan bagi Kabupaten Ngada karena melibatkan rumah tangga, pelaku usaha, pemerhati lingkungan, dan sektor pariwisata. Keterlibatan lintas sektor dapat membantu mengurangi sampah dari sumbernya serta memperbaiki penanganan limbah pada tahap akhir.

Sosialisasi juga mencakup kedaruratan serta pengelolaan B3 dan limbah B3. Materi itu memperluas pembahasan dari sampah rumah tangga ke risiko lingkungan dan kesehatan yang berkaitan dengan bahan berbahaya.

Forum tersebut menempatkan pengurangan sampah di sumber sebagai langkah awal. Pengangkutan dari satu tempat ke tempat lain saja dinilai tidak menyelesaikan persoalan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.