NTT Hari Ini

Sabtu, 26 September 2026

NTT Perkuat Pengendalian Penyakit Darah Pisang di Flores Timur dan Lembata

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT memperkuat koordinasi pengendalian penyakit darah pisang pada 23 September 2026 setelah serangan dilaporkan di Flores Timur dan Lembata.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tandan buah pisang muda yang menggantung di pohon pisang dengan daun-daun hijau lebar.
Ilustrasi: Tandan buah pisang muda yang menggantung di pohon pisang dengan daun-daun hijau lebar. · Foto: Nothing Ahead / Pexels

Wulanggitang — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat koordinasi pengendalian penyakit darah pisang pada 23 September 2026. Penyakit itu dilaporkan menyerang tanaman pisang di sejumlah wilayah Flores, Lembata, dan Sabu Raijua.

Mengapa ini penting: Petani di sedikitnya tiga desa di Flores Timur dan Desa Lamalela, Lembata, menghadapi langkah pengendalian terhadap penyakit yang dapat merusak tanaman pisang.

Menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, serangan di Flores Timur dilaporkan terjadi pada awal 2026 di sedikitnya tiga desa di Kecamatan Wulanggitang. Beberapa bulan kemudian, penyakit serupa teridentifikasi di Desa Lamalela, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.

Di Flores Timur, tiga desa yang terdampak adalah Nawakote, Boru, dan Boru Kedang. RRI melaporkan luas serangan di wilayah itu masih sekitar satu hingga dua hektare.

Penyakit tersebut merupakan penyakit layu bakteri atau penyakit darah pada tanaman pisang. Menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, serangan dapat menyebabkan tanaman layu, buah rusak, dan tanaman mati.

Koordinasi lintas lembaga itu membahas pemantauan lapangan, identifikasi tanaman bergejala, sanitasi kebun dan peralatan pertanian, penggunaan bahan tanam sehat, penanganan tanaman terserang, serta pengendalian jalur penyebaran penyakit.

Dinas Pertanian Lembata mengimbau petani melakukan sanitasi kebun dan eradikasi tanaman terinfeksi. Petani juga diminta memotong jantung pisang setelah sisir buah terakhir, menurut laporan Detik Bali.

Kasus di Flores Timur dan Lembata menjadi bagian dari perhatian pemerintah provinsi terhadap penyakit darah pisang di NTT. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT menyebut pengendalian memerlukan pemantauan dan tindakan pada tanaman yang menunjukkan gejala.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.