NTT Hari Ini

Senin, 19 Oktober 2026

Siswa 25 SMK di Kupang Hasilkan Prototipe IoT dan Robotika

Penutupan program di Kupang pada 17 Oktober menghasilkan lebih dari 25 prototipe IoT dan robotika. Pesertanya sekitar 100 siswa dari 25 SMK.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Papan mikrokontroler Arduino terhubung ke breadboard dengan kabel dan lampu LED menyala.
Ilustrasi: Papan mikrokontroler Arduino terhubung ke breadboard dengan kabel dan lampu LED menyala. · Foto: Chengxin Zhao / Pexels

Kupang — Penutupan pada 17 Oktober mengungkap hasil program berupa lebih dari 25 prototipe Internet of Things (IoT) dan robotika yang dibuat sekitar 100 siswa dari 25 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan berlangsung di Hotel Sahid T-More, Kupang.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar 2026 NTT IoT Bootcamp & Challenge pada 13–17 Oktober 2026. Peserta mengikuti pelatihan dan praktik pengembangan teknologi IoT, kecerdasan buatan, robotika, serta otomatisasi.

Prototipe yang dihasilkan mencakup bidang pertanian cerdas, bangunan cerdas, dan robotika. Kegiatan ini melibatkan peserta dari sejumlah kabupaten dan kota. Peserta berasal dari daratan Timor, Sabu, Rote, dan Alor.

Hasil pelatihan memperkuat keterampilan siswa di NTT

Program tersebut memberi ruang bagi siswa untuk belajar merakit perangkat, mengembangkan pemrograman, mengolah data sensor, dan merancang solusi untuk kebutuhan daerah. Salah satu contoh karya datang dari SMK Negeri Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, berupa robot pendeteksi rintangan dan pemadam api sederhana.

Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, siswa SMK Teknik Anugerah Soe mengembangkan robot pemadam kebakaran otomatis serta sistem akses Internet berbasis tenaga surya. Karya-karya itu diperkenalkan dalam kegiatan di Kupang pada 17 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, meminta siswa tidak berhenti pada prototipe dan perlombaan. Ia mendorong guru mendampingi pengembangan karya agar dapat digunakan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.