BMKG Peringatkan Gelombang 2,5 Meter di Perairan Sabu dan Sumba
BMKG memperingatkan gelombang 1,25 hingga 2,5 meter di Laut Sawu, perairan Sabu Raijua, Sumba, dan Timor pada 18–19 Oktober 2026. Kondisi ini berisiko bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Ende — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang memperingatkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 08.00 WITA hingga Senin, 19 Oktober 2026, pukul 08.00 WITA. Gelombang kategori sedang itu berisiko bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.
Di Pulau Sumba, potensi gelombang berlaku di Selat Sumba bagian barat dan perairan selatan Sumba. Di Pulau Sabu, kondisi serupa diprakirakan terjadi di perairan utara dan selatan Sabu Raijua. Laut Sawu juga masuk wilayah yang perlu diwaspadai.
Di Pulau Timor, gelombang sedang berpotensi terjadi di sebagian perairan utara Timor Tengah dan perairan selatan Timor Tengah. Laporan yang tersedia tidak merinci wilayah kabupaten lain di Pulau Timor, Flores dan Lembata, Rote, serta Alor untuk periode ini.
Gelombang sedang berisiko bagi nelayan Sabu dan Sumba
BMKG menyebut angin dominan bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 7 hingga 35 kilometer per jam, atau sekitar 4 hingga 18 knot. Cuaca umum di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur diprakirakan cerah hingga berawan.
Risiko terbesar berada pada perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di jalur dengan gelombang kategori sedang. Nelayan dan masyarakat pesisir diminta mengutamakan keselamatan serta menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca.
Informasi prakiraan berlaku selama 24 jam, mulai Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 08.00 WITA. Pembaruan cuaca maritim dapat diikuti melalui siaran RRI dan kanal resmi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
BI NTT Dorong Promosi Pariwisata Berbasis Budaya Lokal di Alor
Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur meminta media menguatkan promosi wisata berbasis alam, budaya, dan kearifan lokal. Konektivitas dinilai penting aga…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga




