NTT Hari Ini

Sabtu, 17 Oktober 2026

DPRD Rote Ndao Dorong Pengiriman BBM Ditambah

Kelangkaan BBM mengganggu aktivitas di Kabupaten Rote Ndao. DPRD menilai pengangkutan menjadi masalah utama dan mendorong pengiriman ditambah minimal 4 kali per bulan.

Oleh

· 2 menit baca

Rote Ndao — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) berkepanjangan mengganggu aktivitas pemerintahan, warga, dan perekonomian di Kabupaten Rote Ndao pada Jumat, 16 Oktober 2026. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rote Ndao, Denison Moy, menyebut masalah utama berada pada manajemen pengangkutan menuju Pulau Rote.

Kapal pengangkut BBM saat ini hanya melayani dua kali pengiriman dalam sebulan karena harus membagi rute antara Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua. DPRD mendorong Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengirim surat resmi kepada PT Pertamina Patra Niaga agar frekuensi pengiriman ditambah menjadi minimal 4 kali perjalanan per bulan atau disediakan perjalanan khusus.

Kelangkaan ini terjadi ketika pasokan pertalite di Rote Ndao terganggu. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga mengumumkan penutupan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum karena pertalite tidak tersedia.

Mengapa kelangkaan BBM penting bagi Rote Ndao

Rote Ndao merupakan kabupaten kepulauan yang bergantung pada pengiriman melalui laut. Gangguan transportasi BBM langsung memengaruhi mobilitas warga, layanan pemerintahan, kegiatan usaha, serta aktivitas ekonomi di Pulau Rote.

Denison menilai persoalan tersebut bukan terutama soal jatah atau kuota dari Pertamina, melainkan pengaturan transportir. Pemerintah daerah diminta memperbaiki kesinambungan pasokan dengan menambah perjalanan kapal atau menyediakan perjalanan khusus ke Rote Ndao.

Bupati Paulus Henuk juga meminta kapal pengangkut BBM dari Kupang membawa manifes sebelum tiba di Rote. Dokumen itu diperlukan untuk menunjukkan jumlah biosolar, pertalite, solar, dan jenis BBM lain, serta tujuan penyalurannya. Satuan tugas yang telah dibentuk akan memantau penyaluran di stasiun pengisian bahan bakar umum.

Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah pengajuan resmi kepada PT Pertamina Patra Niaga untuk menambah frekuensi pengiriman menjadi minimal 4 kali per bulan atau menyediakan perjalanan khusus.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.