DPRD Rote Ndao Dorong Pengiriman BBM Ditambah
Kelangkaan BBM mengganggu aktivitas di Kabupaten Rote Ndao. DPRD menilai pengangkutan menjadi masalah utama dan mendorong pengiriman ditambah minimal 4 kali per bulan.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Rote Ndao — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) berkepanjangan mengganggu aktivitas pemerintahan, warga, dan perekonomian di Kabupaten Rote Ndao pada Jumat, 16 Oktober 2026. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rote Ndao, Denison Moy, menyebut masalah utama berada pada manajemen pengangkutan menuju Pulau Rote.
Kapal pengangkut BBM saat ini hanya melayani dua kali pengiriman dalam sebulan karena harus membagi rute antara Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua. DPRD mendorong Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengirim surat resmi kepada PT Pertamina Patra Niaga agar frekuensi pengiriman ditambah menjadi minimal 4 kali perjalanan per bulan atau disediakan perjalanan khusus.
Kelangkaan ini terjadi ketika pasokan pertalite di Rote Ndao terganggu. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga mengumumkan penutupan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum karena pertalite tidak tersedia.
Mengapa kelangkaan BBM penting bagi Rote Ndao
Rote Ndao merupakan kabupaten kepulauan yang bergantung pada pengiriman melalui laut. Gangguan transportasi BBM langsung memengaruhi mobilitas warga, layanan pemerintahan, kegiatan usaha, serta aktivitas ekonomi di Pulau Rote.
Denison menilai persoalan tersebut bukan terutama soal jatah atau kuota dari Pertamina, melainkan pengaturan transportir. Pemerintah daerah diminta memperbaiki kesinambungan pasokan dengan menambah perjalanan kapal atau menyediakan perjalanan khusus ke Rote Ndao.
Bupati Paulus Henuk juga meminta kapal pengangkut BBM dari Kupang membawa manifes sebelum tiba di Rote. Dokumen itu diperlukan untuk menunjukkan jumlah biosolar, pertalite, solar, dan jenis BBM lain, serta tujuan penyalurannya. Satuan tugas yang telah dibentuk akan memantau penyaluran di stasiun pengisian bahan bakar umum.
Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah pengajuan resmi kepada PT Pertamina Patra Niaga untuk menambah frekuensi pengiriman menjadi minimal 4 kali per bulan atau menyediakan perjalanan khusus.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
Bupati Rote Ndao Bahas Tarif Feri Bolok–Pantai Baru
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dijadwalkan bertemu Gubernur Nusa Tenggara Timur pada 15 Oktober 2026 untuk membahas tarif Bolok–Pantai Baru dan angkuta…
Terbaru di Kepulauan
Berita utama hari ini

Baca juga



