STIE Karya Soroti Tantangan Ekonomi dan UMKM Manggarai
STIE Karya menyoroti akses modal UMKM, tata kelola koperasi, literasi keuangan, dan ketergantungan pertanian tradisional dalam wisuda di Manggarai.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Ruteng — Pada 13 Oktober 2026, isu keterbatasan modal UMKM, tata kelola koperasi, dan literasi keuangan kembali disampaikan dalam wisuda STIE Karya di Manggarai. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya, Kirenius C. Watang, mendorong lulusan menawarkan solusi atas persoalan ekonomi daerah.
Sebanyak 35 lulusan STIE Karya Ruteng mengikuti wisuda sarjana periode ke-VII di Aula Cewonikit. Dalam acara itu, kampus menyoroti keterbatasan akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tata kelola koperasi yang belum optimal, serta rendahnya literasi keuangan masyarakat.
Manggarai juga masih bergantung pada pertanian tradisional yang rentan terhadap fluktuasi harga dan cuaca. Di sisi lain, daerah ini memiliki potensi pada pertanian, peternakan, pariwisata, perdagangan, perikanan, dan ekonomi kreatif.
Tantangan ekonomi Manggarai membutuhkan pengelolaan usaha modern
STIE Karya menilai sektor-sektor tersebut membutuhkan orang muda yang mampu mengelola bisnis secara modern. Lulusan Manajemen diarahkan untuk berperan sebagai pengelola usaha, perencana bisnis, tenaga pemasaran, konsultan, entrepreneur, dan penggerak transformasi digital.
Lulusan Akuntansi dapat membantu organisasi dan perusahaan menjaga kesehatan keuangan. Mereka juga dapat mendampingi UMKM menyusun laporan keuangan dan mengambil keputusan berdasarkan data.
STIE Karya menyatakan kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan koperasi, UMKM, badan usaha milik desa, dan lembaga keuangan lokal. Kampus juga mendorong penelitian dosen dan mahasiswa untuk menjawab persoalan ekonomi riil melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi.
Wisuda tersebut mengangkat tema “Sarjana Berdampak, Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi, Menumbuhkan Harapan”. STIE Karya membayangkan lulusan dapat membantu UMKM menata keuangan dan koperasi memperbaiki tata kelola.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
BMKG Prakirakan Awan Tebal dan Kabut di NTT
BMKG memperkirakan cuaca NTT pada 11 Oktober 2026 didominasi awan tebal. Suhu berada pada rentang 14–34 derajat Celsius dan kabut berpotensi muncul di…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





