534 Kasus TBC Paru di Belu, Dinkes Gencarkan Tracing Portable X-Ray
Dinas Kesehatan Kabupaten Belu mencatat 534 kasus TBC paru hingga Agustus 2026, dengan 430 pasien sudah menjalani pengobatan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Atambua — Dinas Kesehatan Kabupaten Belu mencatat 534 kasus tuberkulosis (TBC) paru hingga Agustus 2026, dengan 430 pasien telah menjalani pengobatan. Pemerintah daerah mulai menggencarkan pelayanan penelusuran kasus menggunakan portable X-ray untuk mendukung deteksi dini di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Bathseba Elena Corputty, MARS, menyampaikan bahwa 534 kasus TBC paru tersebut tersebar di seluruh kecamatan. Ia menjelaskan, dari jumlah pasien yang terdeteksi, baru 430 orang yang sudah mendapatkan pengobatan, sehingga masih terdapat selisih antara kasus yang ditemukan dan yang diobati.
Menurut Corputty, penemuan kasus TBC secara dini menjadi langkah penting untuk memastikan pasien segera mendapat pengobatan sekaligus mencegah penularan kepada orang lain. Upaya penemuan dan penanganan kasus dilakukan melalui puskesmas serta kegiatan pelayanan kesehatan yang menjangkau wilayah permukiman.
- Kasus TBC paru terdeteksi hingga Agustus 2026: 534 orang.
- Pasien yang telah menjalani pengobatan: 430 orang.
- Selisih antara kasus terdeteksi dan pasien yang diobati: 104 orang.
Pelayanan tracing dengan portable X-ray
Dinas Kesehatan Belu mengintensifkan pelayanan penelusuran TBC menggunakan portable X-ray sebagai bagian dari strategi mendekatkan layanan pemeriksaan kepada warga. Menurut pemberitaan RRI, layanan ini dilakukan melalui puskesmas dan kegiatan lapangan agar masyarakat dapat mengakses pemeriksaan radiologi dasar tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh.
Penggunaan alat X-ray bergerak memungkinkan pemeriksaan dada dilakukan di lokasi kegiatan pelayanan. Dengan cara ini, petugas kesehatan dapat menjaring lebih banyak warga yang berisiko atau memiliki gejala TBC untuk segera dirujuk ke tahapan diagnosis dan pengobatan.
Pelayanan tracing tersebut dikaitkan dengan program pemeriksaan kesehatan gratis yang dijalankan Dinas Kesehatan Belu bersama berbagai mitra. Program ini dimaksudkan untuk mendekatkan layanan, mendorong partisipasi masyarakat, dan memudahkan warga melakukan pemeriksaan berkala.
Selisih kasus dan kendala pengobatan
Corputty menyatakan masih ada selisih antara jumlah kasus yang ditemukan dan pasien yang menjalani pengobatan, yaitu 104 orang. Dalam penjelasan kepada media, ia tidak merinci satu per satu status pasien yang belum diobati, namun menegaskan perlunya penemuan kasus sedini mungkin agar mereka segera dirujuk ke pengobatan.
Profil kesehatan Kabupaten Belu tahun 2024 mencatat bahwa penemuan kasus TBC di daerah ini meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 ditemukan 556 kasus, sedangkan tahun 2024 tercatat 551 kasus dengan keberhasilan pengobatan sekitar 94,7 persen. Data ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian TBC telah berjalan, namun beban kasus tetap tinggi dan membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Di tingkat kabupaten, Dinas Kesehatan Belu sebelumnya juga melaporkan 644 kasus TBC yang menjalani pengobatan sepanjang 2025. Pada awal 2026, hingga Februari, sudah terdapat puluhan pasien yang sedang menjalani pengobatan. Angka-angka tersebut memberi gambaran bahwa temuan 534 kasus hingga Agustus 2026 menjadi bagian dari tren beban TBC yang masih signifikan.
Dinas Kesehatan Belu menyatakan akan terus memperkuat penemuan kasus dan akses pengobatan melalui jaringan puskesmas dan layanan bergerak. Pemerintah daerah mendorong warga dengan gejala batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, dan keluhan lain yang mengarah pada TBC untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat ditangani lebih cepat.
Sumber
Berita berikutnya
Baca juga


