Plan Indonesia Luncurkan dan Sosialisasikan JENGGALA di TTS
Plan Indonesia resmi meluncurkan dan menyosialisasikan program JENGGALA di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, untuk memperkuat kepemimpinan kaum muda, kesetaraan gender, dan ketahanan iklim di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — Plan Indonesia resmi menyosialisasikan program JENGGALA (Jaringan Kaum Muda untuk Gerakan Gender dan Ketahanan Iklim Berkelanjutan) di Aula Mutis, Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 9 September 2026.
Menurut laporan VIVA NTT, sosialisasi di Soe menandai peluncuran program JENGGALA yang menyasar kaum muda di beberapa kabupaten di NTT dengan fokus pada kepemimpinan, kesetaraan gender, dan ketahanan iklim. Informasi serupa disampaikan iNews TTU yang menyebut kegiatan peluncuran berlangsung di Aula Mutis dengan menghadirkan pemangku kepentingan lokal.
Fokus pada kepemimpinan kaum muda dan ketahanan iklim
Plan Indonesia menjelaskan bahwa JENGGALA dirancang untuk memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan di komunitas masing-masing. Program ini menempatkan kaum muda, khususnya perempuan muda di wilayah pedesaan, sebagai penerima manfaat utama yang diharapkan dapat memimpin upaya menghadapi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari perubahan iklim.
Program JENGGALA didanai oleh Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC). Dalam keterangan resmi Plan Indonesia, dukungan tersebut diarahkan untuk membangun ketahanan orang muda terhadap berbagai risiko iklim, sekaligus mendorong praktik kesetaraan gender dalam pengambilan keputusan di tingkat komunitas.
Baik VIVA NTT maupun iNews TTU menulis bahwa kegiatan sosialisasi di Soe menjadi ruang perkenalan program bagi perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan kelompok muda yang akan terlibat dalam pelaksanaan program di NTT.
Wilayah sasaran dan durasi program
Menurut VIVA NTT, JENGGALA akan dilaksanakan di empat kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Nagekeo, serta satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Takalar. Informasi wilayah sasaran ini dikonfirmasi kembali oleh iNews TTU dalam laporannya tentang peluncuran program di TTS.
Program JENGGALA direncanakan berlangsung selama empat tahun. Dalam periode tersebut, Plan Indonesia menargetkan penguatan kapasitas kepemimpinan kaum muda, pengarusutamaan perspektif gender dalam kebijakan lokal, dan penerapan praktik adaptasi iklim di komunitas sasaran.
VIVA NTT dan iNews TTU menyebut program ini ditargetkan menjangkau sekitar 39.320 individu, termasuk 4.000 penerima manfaat langsung berusia 18 hingga 30 tahun. Sekitar 60 persen penerima manfaat langsung adalah perempuan muda, dan sekitar 4 persen adalah penyandang disabilitas. Komposisi ini dimaksudkan untuk memastikan inklusi kelompok yang kerap rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Bentuk kegiatan dan peran pemangku kepentingan
Dalam keterangan Plan Indonesia, JENGGALA akan dijalankan melalui berbagai bentuk kegiatan, antara lain penguatan kapasitas kaum muda, dukungan terhadap inisiatif komunitas, dan kerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi lokal. Melalui pendekatan tersebut, kaum muda diharapkan dapat merancang dan melaksanakan aksi-aksi yang menjawab tantangan iklim di wilayah mereka.
VIVA NTT menulis bahwa program ini menempatkan generasi muda sebagai aktor utama yang berkolaborasi dengan pemimpin adat, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil untuk mengembangkan solusi lokal atas persoalan perubahan iklim. iNews TTU menambahkan bahwa JENGGALA memberi perhatian khusus pada perempuan muda di pedesaan, yang sering kali berada di garis depan dalam mengelola sumber daya alam namun kurang terwakili dalam pengambilan keputusan.
Plan Indonesia menyatakan bahwa JENGGALA menjadi bagian dari upaya organisasi tersebut untuk mendorong kesetaraan dan ketahanan di tingkat komunitas, dengan memperkuat kapasitas kaum muda dalam advokasi kebijakan, pengelolaan risiko bencana, dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Belu Tegaskan Pentingnya Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Bupati Belu Willybrodus Lay menegaskan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja dan keluarga mereka.

