Pemprov NTT Pastikan Perlindungan Keluarga Korban Penembakan KKB di Papua
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan pendampingan dan perlindungan bagi keluarga dua warga NTT yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata di Papua Pegunungan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan memberikan perlindungan dan pendampingan kepada keluarga warga NTT yang menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua Pegunungan.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten akan memberi perhatian besar kepada keluarga korban, mulai dari proses kedatangan jenazah di Kupang hingga pemakaman di daerah asal.
Menurut Johni, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap warga NTT yang menjadi korban kekerasan bersenjata saat menjalankan tugas sebagai petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Pendampingan Keluarga Korban
Dalam pernyataannya pada 11 September 2026, Johni Asadoma menjelaskan bahwa pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk memastikan pelayanan yang dibutuhkan keluarga korban selama masa berkabung.
Ia menegaskan, Pemprov NTT akan mengupayakan agar keluarga korban mendapat perhatian maksimal, termasuk dukungan selama prosesi pemulangan jenazah dari Papua dan penyelenggaraan pemakaman di Nusa Tenggara Timur.
Koordinasi dilakukan terutama dengan pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sikka, daerah asal dua korban warga NTT, agar penyambutan jenazah dan pendampingan kepada keluarga berjalan tertib.
Perlindungan dari Ancaman
Pemerintah Provinsi NTT juga menyampaikan kekhawatiran atas informasi adanya tekanan dan teror terhadap keluarga korban yang masih berada di Papua.
Menanggapi hal itu, Johni mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan keluarga korban dan mencegah mereka kembali menjadi sasaran ancaman setelah insiden penembakan.
Menurut Wakil Gubernur, perlindungan terhadap keluarga korban di Papua maupun di NTT menjadi bagian dari respon pemerintah daerah terhadap peristiwa yang menewaskan tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, dua di antaranya berasal dari NTT.
Sikap Pemerintah NTT atas Penembakan di Papua
Penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata terjadi pada Rabu, 9 September 2026, di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, saat rombongan Dinas Pertanian meninjau kegiatan cetak sawah.
Gubernur NTT Emmanuel Melkiades Laka Lena sebelumnya telah menyampaikan duka cita dan mengecam keras penembakan yang menewaskan tiga petugas Dinas Pertanian tersebut.
Dua korban asal NTT yang gugur dalam insiden itu adalah Willi Mbuik, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Rote Ndao, dan drh. Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Kabupaten Sikka.
Pemerintah NTT menyatakan akan membantu proses pemulangan jenazah kedua warga NTT itu ke Kupang dan mendukung keluarga selama masa berkabung.
Sumber
Berita berikutnya
DPRD NTT Ajukan Perubahan Perda Pengelolaan DAS Nomor 5 Tahun 2008
DPRD NTT mengajukan perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pengelolaan DAS dalam sidang paripurna 18 September 2026. Ketua DPRD Emilia Nomleni men…
Baca juga


