BMKG Kupang Peringatkan Angin Kencang di Delapan Wilayah NTT
BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di delapan kabupaten/kota NTT pada Rabu, 16 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di delapan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 16 September 2026. Wilayah yang masuk dalam peringatan meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.
Menurut prakiraan BMKG El Tari Kupang, angin secara umum bertiup dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 15 sampai 50 kilometer per jam. Angin kencang yang diprakirakan bersifat kering dan tidak disertai hujan lebat.
BMKG menyebut, periode peringatan dini angin kencang di NTT berlaku pada 14 hingga 16 September 2026. Pada 16 September, delapan wilayah yang sama kembali dicantumkan dalam peringatan dini tersebut. Peringatan berlaku mulai pukul 08.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA hari berikutnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Listy Aziza Kurnianingrum, menjelaskan bahwa masyarakat di delapan wilayah itu perlu mewaspadai dampak angin kencang terhadap aktivitas sehari-hari. Menurut dia, angin dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan hingga 50 kilometer per jam berpotensi mengganggu pelayaran kecil, aktivitas nelayan, serta pekerjaan di ruang terbuka.
Laporan lain dari BMKG yang dikutip media lokal menjelaskan bahwa selama periode peringatan dini tersebut tidak terdapat wilayah di NTT yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga ekstrem. Status peringatan hujan pada level waspada, siaga, maupun awas dinyatakan nihil di seluruh wilayah NTT.
BMKG meminta masyarakat di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada untuk memantau pembaruan informasi cuaca dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lapangan. Warga diimbau mengamankan benda-benda mudah terbang, berhati-hati saat berkendara, dan mewaspadai potensi gangguan pada jaringan listrik maupun komunikasi akibat tiupan angin kencang.
Sejumlah laporan media di Kupang mencatat bahwa dalam periode pertengahan September 2026 BMKG berkali-kali mengeluarkan imbauan kewaspadaan angin kencang untuk wilayah pesisir selatan dan daratan rendah di NTT. Imbauan itu terkait musim kemarau yang masih berlangsung, dengan vegetasi kering dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan apabila angin kencang bertiup terus-menerus.
BMKG menegaskan bahwa peringatan dini angin kencang ini merupakan langkah antisipatif agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi cuaca tidak lazim pada musim kemarau. Instansi terkait di tingkat kabupaten/kota diminta memperhatikan informasi resmi BMKG dan menyesuaikannya dengan rencana operasi layanan publik, transportasi, serta penanganan kebencanaan.
Sumber
Berita berikutnya
Sikka dan Manggarai Barat Masuk Masa Transisi Pemulihan Pascagempa Flores
Kabupaten Sikka dan Manggarai Barat resmi mengakhiri masa tanggap darurat gempa Flores pada 12 September 2026 dan beralih ke masa transisi penanganan…

