Akademisi Undana Dorong Hilirisasi UMKM Nusa Tenggara Timur
Akademisi Universitas Nusa Cendana menilai hilirisasi dapat menaikkan nilai jual tenun, kopi, dan komoditas lokal. Dukungan pemerintah, swasta, pasar, serta pembiayaan diperlukan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Kupang — Akademisi Universitas Nusa Cendana Kupang mendorong hilirisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Nusa Tenggara Timur melalui dukungan pemerintah, keterlibatan swasta, serta akses pemasaran dan pembiayaan yang lebih luas pada 23 Oktober 2026.
Siprianus G. Tefa, SE, M.Si., CRP, menyampaikan pandangan itu dalam laporan RRI yang terbit pada 23 Oktober 2026. Ia menilai hilirisasi perlu mengubah produk lokal dari bentuk mentah atau konvensional menjadi barang dengan nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.
Produk yang disebut mencakup tenun, kopi, dan berbagai komoditas unggulan Nusa Tenggara Timur. Pengolahan serta pengembangan produk diharapkan membuka peluang ekonomi lebih besar, memperluas jangkauan penjualan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Hilirisasi membutuhkan kolaborasi dan akses pasar
Menurut Siprianus, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, swasta, lembaga keuangan, dan pelaku usaha perlu bekerja bersama untuk memperkuat ekosistem UMKM.
Perguruan tinggi dapat berperan melalui penelitian, edukasi, dan pendampingan. Dukungan tersebut diarahkan agar pelaku usaha mampu mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar. Akses pembiayaan juga dinilai penting untuk mendorong inovasi dan memperluas penjualan.
Ia menekankan perlunya keberpihakan pemerintah daerah terhadap produk lokal. Wadah pemasaran seperti NTT Mart diharapkan benar-benar membantu produk UMKM menjangkau konsumen.
RRI juga melaporkan bahwa keterbatasan anggaran pemerintah menjadi salah satu tantangan pengembangan UMKM. Karena itu, kemitraan dengan sektor swasta dan keterlibatan berbagai pihak perlu diperkuat.
Kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan memperkuat perputaran ekonomi daerah. Laporan lain pada 23 Oktober 2026 menyebut tim akademisi Universitas Nusa Cendana masuk empat finalis Karsa Nusa 2026 dengan penelitian hilirisasi rumput laut Nusa Tenggara Timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
Pemkab Rote Ndao Sebut K-SIGN Hidupkan UMKM Warga
Pemkab Rote Ndao menyebut UMKM di sekitar proyek K-SIGN mulai merasakan peluang ekonomi. Kompensasi lahan dan persiapan produksi garam masih perlu dit…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga


